“Innovation distinguishes between a leader and a follower.” (Steve Jobs: Founder, Apple Computer, Technology Visionary)
Innovation is the “economically successful introduction of a new technology or a new combination of existing technologies in order to create a drastic change in the value/price relationship offered to the customer and/or user.” (De Meyer, Arnoud., & Garg, Sam. 2005. Inspire to Innovate: Management and Innovation in Asia. Palgrave Macmillan, p.12).
Inovasi adalah hasil proses mengkombinasikan berbagai kegiatan yang akan menghasilkan produk/jasa baru yang dapat dipasarkan dan/atau sistem produksi/distribusi yang baru1. Melakukan inovasi dapat diartikan sebagai cara untuk mengubah pola-pola yang sudah mapan menjadi yang baru. Kalau kreativitas dapat diartikan sebagai ide-ide baru untuk melakukan sesuatu; inovasi diartikan sebagai realisasi atau pengejawantahan dari sebuah kreativitas. Inovasi juga dapat diartikan sebagai hasil dari cara lain melihat, e.g., cara lain melihat sebuah masalah, cara lain melihat sebuah solusi yang sudah ada, cara lain memandang sesuatu; “sesuatu” dapat merepresentasikan sesuatu sebagai benda/barang/jasa, merepresentasikan sekelompok orang atau organisasi, merepresentasikan sebuah komunitas atau negara…
“Melihat dengan cara yang lain” ini akan membawa pada pemahaman lain, yang berbeda dari pandangan-pandangan yang sudah mapan. Dalam proses ini, kita akan bertemu dengan hal-hal baru baik itu dalam bentuk masalah atau sudah dalam bentuk solusi…Inti dari proses inovasi ini adalah membawa pada kehidupan yang lebih baik, misalnya dengan lahirnya sebuah produk baru, sebuah jasa baru, sebuah sistem distribusi baru, pola komunikasi baru yang membuat hidup menjadi lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih praktis serta efektif. Kehidupan yang lebih baik ini berarti kehidupan yang harmonis dengan lingkungan di sekitarnya, dengan lingkungan dalam maupun lingkungan luar seorang individu, sebuah organisasi, sebuah komunitas, sebuah negara…
Definisi singkat dari inovasi adalah proses menciptakan nilai baru yang substansial bagi stakeholders yang difokuskan oleh organisasi/inovator yang akan berdampak pada buah-buah inovasi (sukses secara teknis, komersial, dan ekonomi serta sosial).
Center for Innovation Studies atau CIS bertujuan memfasilitasi proses inovasi dan manajemen inovasi pada tingkat organisasi dan masyarakat atau komunitas.
Dalam melakukan kegiatannya, CIS menerapkan perspektif sistem terbuka, bahwa setiap organisasi, setiap individu, setiap masyarakat saling tergantung dan saling mempengaruhi. Dia tidak bisa hidup dengan dan pada dirinya sendiri. Perspektif ini menuntut kita melihat segala sesuatu secara komprehensif. Perspektif ini menyiratkan sebuah pekerjaan interdisipliner. CIS karenanya memakai pendekatan sistemik dalam mendekati permasalahan yang perlu pemecahan atau penyelesaian. Selain itu, CIS memakai pendekatan coaching.
Sterman (2000:4)2 menggambarkan systems thinking sebagai:
The ability to see the world as a complex system, in which we understand that “you can’t just do one thing” and that “everything is connected to everything else.” If people had a holistic worldview, it is argued, they would then act in consonance with the long-term best interests of the system as a whole, identify the high leverage points in systems, and avoid policy resistance.
CIS juga memegang perspektif proses belajar double-loop. Sterman (2000:19) menulis tentang double-loop learning:
Feedback from the real world can also stimulate changes in mental models. Such learning involves new understanding or reframing of a situation and leads to new goals and new decision rules, not just new decisions.
Pemikiran sistem dan proses belajar retroaktif menjadi perspektif acuan CIS dalam berkegiatan. Keduanya menunjang proses inovasi.
CIS terbuka terhadap pandangan-pandangan lain dan/atau baru yang sejalan dengan visi/misi CIS dan yang menunjang pencapaian tujuan CIS.
CIS didirikan pada 4 Juni 2004 sebagai pusat studi yang memfasilitasi proses inovasi dan manajemen inovasi pada organisasi dan komunitas.
1 Burgelman RA, Maidique MA, Wheelwright SC. 2001. Strategic management of technology and innovation. Boston, MA: McGraw-Hill Irwin. 3rd edition, p.4.
2 Sterman JD. 2000. Business dynamics: system thinking and modeling for a complex world. Irwin McGraw-Hill.
Pada periode 2008-09, CIS berfokus pada lima kelompok kegiatan.
CPUKM. Pada dua tahun ke depan ini, CIS-CPUKM ingin memfasilitasi proses inovasi pada usaha sentra-sentra kerajinan atau kluster industri UKM dengan menggunakan pendekatan coaching bagi para wirausaha/pimpinan dan/atau pengelola UKM dan organisasi terkait yang lain.
CIS dan kegiatan-kegiatannya dapat mempromosikan produk UKM bernilai tambah, berpotensi pasar & sukses dalam bentuk diseminasi artikel dan info produk.
CIS beranggotakan pembelajar, pengajar, dan peneliti bidang Manajemen Inovasi.
CIS mengundang kerjasama pelatihan dan penelitian tentang materi dan coaching Manajemen Inovasi.
CIS mendisain materi-materi yang berkaitan dengan Manajemen Inovasi dan Coaching for Innovation sebagai berikut:
IMED™ SESSIONS INNOVATION MANAGEMENT & EDUCATION DEVELOPMENT
Sesi ini dirancang oleh Avanti Fontana (Ph.D., CF, CPBC). Model pengantaran sesi ini adalah pilihan atau kombinasi antara Workshop dan Coaching. Sesi-sesi di bawah ini dilayani oleh para fasilitator dan coach profesional tersertifikasi (Certified Facilitators & Coaches) dengan durasi sesi Workshop 60 menit per sesi dan durasi sesi Coaching 45 menit per sesi. Berikut ini ada empat tipe sesi dengan saran jumlah sesi per masing-masing bagian. Kami terbuka atas pertanyaan atau saran lebih lanjut.
CIS mengundang para peneliti, pengajar, pembelajar dan para fasilitator dan coach profesional untuk bergabung dalam Mitra Center for Innovation Studies. Kontak email: imed[at]avantifontana.com
Type-A: Introductory Sessions ……A1. Coaching for Innovation & Management (1S) ……A2. Coaching for Education & Development (1S) ……A3. Principles of Innovation (2S) ……A4. Innovation Management (2S) ……A5. Principles of Innovation Management (2S) ……A6. Innovation Value Chain (1S) ……A7. Business Innovation (1S) ……A8. Innovation Climate (1S) ……A9. Innovation Performance (1S)
Type-B: Diagnostic Sessions ……B1. Do we need Coaching? Why? (2S-3S) ……B2. Organization for Innovation (2S-3S) ……B3. Innovation Climate (2S-3S) ……B4. Innovation Value Chain (2S-3S) ……B5. Innovation Radar (2S-3S) ……B6. Knowledge Management for Innovation (2S-3S) ……B7. Innovation Performance (2S-3S)
Type-C: Coaching-for-Innovation Sessions* ……C1. Coaching for Development ……C2. Coaching for Improvement ……C3. Coaching for Performance ……C4. Coaching for Management ……C4.1. Coaching for Leadership ……C4.2. Coaching for Creativity ……C4.3. Coaching for Organizational Integration ……C4.4. Coaching for Calculated Risk Management ……C4.5. Coaching for Excellent Project Management ……C4.6. Coaching for Knowledge Management ……C4.7. Coaching for Protection of Creative Efforts ……C4.8. Coaching for Market Sensing *Number of sessions will be defined in the Discovery Session offered for Type-C.
Type-D: Education & Development ……D1. Coaching for Innovation* ……D1.1. Principles of Coaching & Code of Ethics ……D1.2. Coaching Mastery ……D1.3. Coach Certification ……D1.4. Certified Manager Coach ……D2. Research Approach: Engaged Scholarship (9S)** ……D2.1. Engaged Scholarship in a Professional School ……D2.2. Philosophy of Science Underlying Engaged Scholarship ……D2.3. Formulating the Research Problem ……D2.4. Building a Theory ……D2.5. Variance and Process Models ……D2.6. Designing Variance Studies ……D2.7. Designing Process Studies ……D2.8. Communicating and Using Research Knowledge ……D2.9. Practicing Engaged Scholarship **Referensi: Van de Ven, Andrew H. 2007. Engaged scholarship: A guide for organizational and social research. Oxford.
Informasi lebih lanjut berkaitan dengan CIS, kontak: imed[at]avantifontana.com
Referensi Situs tentang Inovasi, antara lain:
- Innovate, Journal of Online Education
What is innovation?
Inovasi adalah keberhasilan ekonomi berkat adanya pengenalan/penerapan teknologi (cara mentransformasi input menjadi output) atau kombinasi teknologi yang sudah ada dalam mentransformasi input menjadi output sehingga menghasilkan perubahan besar atau drastis dalam hubungan antara nilai yang dipersepsikan oleh konsumen atas kegunaan atau manfaat suatu produk (barang/jasa), disebut NILAI GUNA, dan nilai moneter yang ditetapkan produsen dan dikenakan kepada konsumen dan/atau pengguna.
Innovation & Coaching
Individu, perusahaan (organisasi) bahkan negara perlu, bahkan harus, berinovasi agar mereka dapat menciptakan NILAI GUNA yang semakin besar bagi orang-orang yang dilayani, baik itu dalam hubungan antarmanusia dalam organisasi, dan baik itu bagi konsumen produk-produk yang produsen hasilkan, maupun bagi masyarakat suatu negara RELATIF terhadap nilai moneter barang/jasa yang ditawarkan. Dengan produsen berinovasi, konsumen atau individu, atau masyarakat yang dilayani akan selalu memiliki SURPLUS KONSUMEN. Fokus pada siapa-siapa yang DILAYANI pada akhirnya akan diharapkan membuahkan hasil bagi yang MELAYANI sebagai konsekuensi logis. Yang melayani atau kita sebut produsen akan menikmati NILAI TAMBAH. Inovasi yang berhasil secara ekonomi (yang menariknya merupakan hasil proses inovasi yang sungguh sosial yang melibatkan konsumen sejak dari awal proses penciptaan nilai yang selayaknya didukung oleh ketersediaan sumberdaya berdayaakses global) mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan. Lalu apa itu coaching?
Tantangannya:
1. Bagaimana berinovasi yang sukses secara ekonomi dan sosial?2. Bagaimana menatakelola inovasi agar berhasil secara kinerja ekonomi & sosial, tidak saja teknis dan komersial?
3. Jenis atau dimensi inovasi apa yang sebaiknya dilakukan oleh individu atau perusahaan (organisasi), setelah mempertimbangkan faktor-faktor dalam dan luar dari individu atau organisasi?
4. Iklim organisasi yang bagaimana yang cocok agar inovasi berjalan baik? Dan bagaimana cara menciptakan iklim tersebut bila iklim itu belum dimiliki organisasi?
5. Apakah perusahaan saya perlu berinovasi? Jika ya, dan belum melakukannya, bagaimana melakukannya? Apa-apa saja yang perlu dilakukan? Apa prinsip INOVASI dan apa prinsip MANAJEMEN INOVASI yang perlu diperhatikan dan dijalankan?
6. Bagaimana menghasilkan produk berkualitas dengan biaya murah?
Pertanyaan 1-6 tersebut barulah beberapa tantangan yang dapat dihadapi individu atau organisasi dalam melakukan inovasi.
Pendekatan Coaching for Innovation (COFI) disarankan diterapkan dalam menjawab tantangan-tantangan dalam perusahaan atau organisasi dan individu melakukan inovasi. Ia juga pendekatan yang dapat digunakan untuk pendampingan dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja inovasi yang sudah baik dalam organisasi dengan klien individual atau klien kelompok.
COFI artinya menggunakan pendekatan COACHING oleh seorang atau lebih Coach Profesional; status coach profesional ini bisa berada dalam organisasi sebagai salah satu manajer dalam organisasi yang melakukan inovasi atau ia berada di luar organisasi. Sesi-sesi coaching dilakukan untuk mendampingi klien organisasi atau klien individu dalam mencapai target organisasi dan individu.
COFI perlu dilakukan dengan diawali oleh pelaksanaan DISCOVERY SESSION dalam pertemuan antara klien dan coach profesional dan disusul oleh sesi-sesi COACHING yang bersifat diagnosis; disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Dalam praktiknya, COFI dapat dikombinasi dengan jenis coaching yang lain. Hal ini merupakan hasil pertemuan dan kesepakatan antara klien dan coach pada saat Discovery Session(s) dan perkembangan setelah sesi tersebut.
Sesi-sesi Coaching for Innovation dinamakan IM-ED™ SESSIONS Tipe A-B-C-D. Versi Beta IM-ED™ SESSIONS Tipe A-B-C-D dirancang pada tahun 2008. Sesi Tipe-A-B-D diberikan dalam bentuk workshop sessions berdurasi 60 menit per sesi. Sesi Type-C (MAIN MENU COACHING FOR INNOVATION) diberikan dalam bentuk coaching sessions berdurasi 45 menit per sesi. Sesi Tipe A-B-C-D dilayani oleh Certified Facilitators & Certified Coaches.
Coach dapat menyarankan kepada klien organisasi/korporat atau individu untuk mengikuti sesi-sesi Tipe-A (warming-up or review sessions for Coaching for Innovation) sejauh dibutuhkan. Analisis kebutuhan dilakukan saat Discovery Session(s).
Dalam pendekatan Coaching for Innovation ini, klien wajib mengikuti sesi Tipe-B dan Tipe-C, sedangkan opsional untuk sesi Tipe-A dan Tipe-D.
Articles on Innovation published in Harvard Business Review (HBR), e.g.,
Leonard, D., & Rayport, J.F. Spark innovation through empathic design. HBR November-December, 1997. (“What customers can’t tell you might be just what you need to develop successful new products.”)
Hargadon, A., & Sutton, R.I. Building an innovation factory. HBR May-June, 2000. (“The best innovators aren’t lone geniuses. They’re people who can take an idea that’s obvious in one context and apply it in not-so-obvious ways to a different context. The best companies have learned to systematize that process.”)
Ulwick, A.W. Turn customer input into innovation. HBR January, 2002. (“Lots of companies ask customers what they’d like to see in new products and services—but they go about it all wrong. A new methodology for capturing customer input promises to galvanize the innovation process.”)
Drucker, P. The discipline of innovation. HBR August, 2002. (“In business, innovation rarely springs from a flash of inspiration. It arises from a cold-eyed analysis of seven kinds of opportunities.”)
Hammer, M. Deep change: How operational innovation can transform your company. HBR April, 2004. (“Breakthrough innovations in operations—not just steady improvement—can destroy competitors and shake up industries. Such advances don’t have to be as rare as they are.”)
Moore, G.A. Darwin and the demon: Innovating within established enterprises. HBR July-August, 2004. (“Innovation comes in many forms—products, processes, marketing, business models, and more. Which kind should you be pursuing? It depends: Where are you in your product category’s life cycle?”)
Kim, C.W., & Mauborgne, R. Value innovation: The strategic logic of high growth. HBR July-August, 2004. (“What separates high-growth companies from the pack is the way managers make sense of how they do business.”)
Hamel, G. The why, what, and how of management innovation. HBR February, 2006. (“Over the past century, breakthroughs such as brand management and the divisionalized organization structure have created more sustained competitive advantage than anything that came out of a lab or focus group. Here’s how you can make your company a serial management innovator.”)
Huston, L., & Sakkab, N. Connect and develop: Inside Procter & Gamble’s new model for innovation. HBR March, 2006. (“Procter & Gamble’s radical strategy of open innovation now produces more than 35% of the company’s innovations and billions of dollars in revenue.”)
Kanter, R.M. Innovation: The classic traps. HBR November, 2006. (“Every few years, innovation resurfaces as a prime focus of growth strategies. And when it does, companies repeat the mistakes they made the last time. Here’s how to avoid those errors.”)
Christensen, C.M., Kaufman, S.P., & Shih, W.C. Innovation killers: How financial tools destroy your capacity to do new things. HBR January, 2008. (“Most companies aren’t half as innovative as their senior executives want them to be (or as their marketing claims suggest they are). What’s stifling innovation? There are plenty of usual suspects,..”)
Iyer, B., & Davenport, T.H. Reverse engineering Google’s innovation machine. HBR April, 2008. (“Every piece of the business plays a part, every part is indispensable, every failure breeds success, and every success demands improvement.”)
Bettencourt, L.A., & Ulwick, A.W. The customer-centered innovation map, HBR May, 2008. (“By thoroughly mapping the job a customer is trying to get done, a company can discover opportunities for breakthrough products and services.”)
Books on Innovation, e.g.,
De Meyer, A., & Garg, S. 2005. Inspire to innovate: management and innovation in Asia. Plagrave Macmillan.
Prahalad, C.K., & Krishnan, M.S. 2008. The new age of innovation: Driving cocreated value through global networks. McGraw-Hill.
(AvantiFontana.com™)