How Coaching Works

Pengantar

Coaching sebagai praktik dan sebagai profesi mulai berkembang sekitar sepuluh tahun lalu dan mengambil berbagai bentuk dan pada berbagai situasi atau lingkungan. Dewasa ini coaching dapat dilakukan dari rumah kantor (home offices) dalam lembaga dan atau organisasi, bahkan dari ruang-ruang terisolir hingga kubikel-kubikel korporasi.

Sebagian coach bekerja dalam organisasi, sering dengan tugas utama lain selain melakukan praktik coaching. Sebagian lain mengkombinasi antara pekerjaan konsultasi dan pekerjaan coaching, yang kedua dilakukan untuk memberikan dukungan saat implementasi dan tindaklanjut proyek konsultasi yang sudah selesai.

Banyak coach bekerja independen, dengan klien privat atau individual. Sementara sebagian coach lainnya mengkhususkan diri mereka menjadi coach untuk tim atau orang-orang dalam tim dan/atau sistem dalam organisasi.

Dewasa ini profesi coach meluas dan mengglobal. Para coach dan klien berasal dari berbagai profil demografi seperti: umur, pendapatan, latarbelakang etnik, dan posisi pekerjaan. Sebagian coach memfokuskan pada area-area spesialisasi tertentu atau karir-karir tertentu atau kelompok-kelompok klien yang terkonsentrasi: seperti coach untuk imigran atau orang asing, coach untuk artis dan musisi, coach untuk para orangtua dan anak-anak mereka, coach untuk pensiunan, coach untuk orang-orang yang pensiun dini, coach untuk CEO, coach untuk pemimpin usaha kecil dan menengah, atau seperti yang Avanti Fontana pilih, yaitu coach untuk inovator dalam organisasi dan untuk pelajar pascasarjana bidang manajemen.

Lingkungan di mana praktik coaching terjadi juga bervariasi. Banyak coach melakukan sesi-sesi coaching via telepon dengan jadwal rutin mingguan atau dengan janji atau variasi lainnya. Banyak juga coach yang melakukan sesi coaching dengan pertemuan langsung atau tatapmuka baik itu di tempat klien, di tempat coach atau off-site. Ada pula yang mengkombinasikan antara telepon dan tatapmuka, dan dengan dukungan email/sms. Sesi-sesi coaching biasanya didahului dengan sesi perkenalan (discovery session) atau sesi inisial. Coach dapat mengajukan kontrak kerja dengan klien untuk selama periode tertentu seperti tiga bulan, enam bulan, atau bahkan satu tahun. Sebagian coach lain dapat melakukannya lebih bebas, misalnya dengan menawarkan sesi-sesi terbuka atau sesi à la carte. Sesi-sesi coaching dapat dilakukan di ruang pertemuan, ruang direksi atau ruang rapat, ruang direksi, rumah di dalam kota atau tempat peristirahatan di pegunungan, dengan formasi rancangtempat yang mendukung proses coaching terjadi dengan efektif.

Instrumen dan Imajinasi

Dalam kerangka tersebut di atas, para coach dalam praktik mereka menerapkan pelatihan dan formasi yang telah mereka peroleh, pengembangan profesional yang mereka alami dan pengalaman berpraktik mereka, dilengkapi dengan alat dan instrumen asesmen, misalnya Coach’s Toolkit (a.l. Whitworth 2007): Discovery Forms and Checklists, Assessments, Coaching Forms, Coaching Exercises, Coaching Resources. Dalam prosesnya, permutasi bentuk dan situasi-kondisi coaching terus berlanjut atau berkembang semakin efektif, disesuaikan dan terinspirasi oleh imajinasi coach pada konteks-konteks yang dihadapi dan terinspirasi oleh minat klien serta suasana kerja kolaboratif antara klien dan coach. Jadi, apapun bentuk coaching yang diambil atau pada konteks apapun, proses coaching akan paling efektif bilamana coach dan klien menciptakan ruang yang aman dan inspiratif untuk terjadinya proses coaching dan bilamana keduabelah pihak, klien dan coach, secara sadar mendisain aliansi kerja di antara mereka.

Memulai Sesi Coaching

Biasanya coach memulai hubungan kerja dengan klien dalam bentuk proses inisial atau sesi perkenalan yang bertujuan memberikan orientasi kepada klien dan memberi kesempatan kepada klien untuk melakukan self-discovery (temuan diri, mengenal dirinya dengan lebih baik lagi). Proses awal ini mengenalkan atau membiasakan klien dengan proses coaching, memberikan peluang untuk membangun aliansi dan mengawali proses atau pekerjaan coach dalam mengklarifikasi isu-isu atau permasalahan atau tujuan-tujuan (agenda) klien. Tidak ada format standar dalam proses ini. Setiap coach dan untuk setiap klien dapat memiliki nuansa dan perbedaan. Proses perkenalan (discovery session) ini bahkan dapat dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari rutinitas harian dan bertujuan untuk melakukan proses visioning.

Pada sesi perkenalan, klien juga akan mengetahui apa-apa saja yang dapat ia harapkan dari seorang coach. Sesi ini juga merupakan saat di mana klien mengklarifikasi di mana mereka sekarang, ke mana mereka menuju, kekuatan-kekuatan yang mereka miliki untuk sampai kepada tujuan, dan rintangan atau halangan yang sering muncul.

Seorang coach dalam mengawali pekerjaannya biasanya mencakup dan memperhatikan empat area berikut ini:

  • Logistik (komunikasi dan kesepakatan tentang peraturan dan prosedur administratif).
  • Anda di sini – di mana di sini? (melihat situasi-kondisi saat ini dan menyampaikan isu yang dihadapi, apa yang menghambat atau memblokir).
  • Merancang masa depan atau tujuan (menetapkan sasaran dan keinginan klien dari coaching).
  • Memberi orientasi tentang coaching kepada klien.
    (Bahan diadaptasi dari Whitworth, L., Kimsey-House, K., Kimsey-House, H., & Sandahl, P. 2007. Co-active coaching: New skills for coaching people toward success in work and life. Davies-Black Publishing, CA., pp.22-27.)


choice - the magazine of professional coaching


(AvantiFontana.com™)