Photo Gallery

Penenun Kelompok Lepo Lorun

Penenun dari Kelompok Lepo Lorun menunjukkan bahan pembuat pewarna alam dan benang hasil proses pewarnaan. Foto GTINN/PG/November 2006.

“KAIN ORANYE TULADA” (Koleksi GTINN01). Tenun ikat ini bermotif-kelang Tulada. Tulada menyimbolkan pohon hidup yang memberi teladan. Warna asli kelang ini adalah merah atau biru gelap. Kain Oranye Tulada ini merupakan hasil modifikasi dengan menggunakan pewarna sintetis. Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira, Maumere – Kabupaten Sikka. Foto oleh GTINN/PG.

“SELENDANG KUNING.” Hasil tenun ikat ini bermotif modifikatif berukuran 210cmx11,5cm. Kain ini dapat digunakan sebagai selendang atau aksesori pada furnitur kayu atau sofa, serta sebagai pemanis ruangan secara umum. Pewarna sintetis digunakan pada kain ini. Produksi: Sentra Tenun Ikat Tikung Indah, Nangalimang, Maumere – Kabupaten Sikka. (GTINN-CIS, November 2006). Foto oleh GTINN/PG.

“KAIN MEJA ORANYE” (Koleksi GTINN02). Hasil tenun ikat ini bermotif modifikatif dan berukuran 130cmx60cm. Kain ini dapat digunakan sebagai taplak meja, konsole, atau secara umum sebagai aksesori furnitur atau pemanis ruangan. Pewarna sintetis digunakan pada kain ini. Produksi: Sentra Tenun Ikat Tikung Indah, Nangalimang, Maumere – Kabupaten Sikka. Foto oleh GTINN/PG.

“KAIN COKLAT MAWARANI.” Motif Mawarani pada kain ini menyimbolkan ketulusan hati. Pembuatan Tenun Ikat Motif Mawarani, yang GTINN namakan Kain Coklat Mawarani ini, menggunakan pewarna sintetis naftol. Produksi: Sentra Tenun Ikat Tikung Indah, Nangalimang, Maumere – Kabupaten Sikka. (GTINN-CIS, November 2006). Foto oleh GTINN/PG.

“KAIN MANU HUTU.” Tenun ikat ini bermotif-kelang Manu Hutu. Motif-kelang Manu Hutu menunjukkan empat anak ayam yang mengelilingi dan yang dilindungi induknya. Motif-kelang ini menyimbolkan perlindungan atau pengayoman. Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira, Maumere – Kabupaten Sikka. (GTINN-CIS, November 2006). Foto oleh GTINN/PG.

Motif-kelang ’Ai-’roung (Dedaunan yang sedang berbunga). Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira. Foto oleh GTINN/PG.

Motif-kelang Kapa Puhung (pohon kapas yang sedang berbunga). Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira. Foto oleh GTINN/PG.

Motif-kelang Loko Kirek (tempat sirih pinang). Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira. Foto oleh GTINN/PG.

Desain modifikasi Ina Lotik. Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira. Foto oleh GTINN/PG.

Motif-Kelang Ruha (Rusa). Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira. Foto oleh GTINN/PG.

Motif-kelang Rempe Sikka (Bunga-bunga rampai –bunga matahari- dari Sikka). Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira. Foto oleh GTINN/PG.

Motif-kelang Dala Mawarani (Bintang Kejora lambang kebijaksanaan dan kemurnian); ”Dala Reta Waen – Mawarani Wali Rahang” artinya Bintang di dahi lambang kebijaksanaan, bintang di hati lambang kemurnian. Dipakai oleh gadis-gadis atau ibu-ibu bijak. Produksi: Ibu Saveriana da Silva Pareira. Foto oleh GTINN/PG.