<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>avantifontana.com &#187; innovation in development</title>
	<link>http://www.avantifontana.com/blog</link>
	<description>IM-ED™ Coaching Blog</description>
	<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 15:05:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Innovation Success</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2010/02/06/innovation-success/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2010/02/06/innovation-success/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 05:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<category><![CDATA[Center Innovation Studies]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Management Innovation]]></category>

		<category><![CDATA[coaching]]></category>

		<category><![CDATA[coaching for innovation]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[engaged scholarship]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation management]]></category>

		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2010/02/06/innovation-success/</guid>
		<description><![CDATA[Selain keberhasilan secara ekonomi, inovasi juga keberhasilan secara sosial. Perusahaan-perusahaan sekarang semakin memperhatikan pentingnya DESIGN THINKING dalam rangka menciptakan tidak hanya keberhasilan secara ekonomi tetapi juga secara sosial. Kedua indikator keberhasilan inovasi ini perlu berjalan seiring. Jika tidak, yang satu akan meniadakan yang lain. Jika tidak, prinsip menang-menang dalam beraktivitas tidak akan terjadi. Keberhasilan inovasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain keberhasilan secara ekonomi, inovasi juga keberhasilan secara sosial. Perusahaan-perusahaan sekarang semakin memperhatikan pentingnya <em><a href="http://www.ideo.com/">DESIGN THINKING</a></em> dalam rangka menciptakan tidak hanya keberhasilan secara ekonomi tetapi juga secara sosial. Kedua indikator keberhasilan inovasi ini perlu berjalan seiring. Jika tidak, yang satu akan meniadakan yang lain. Jika tidak, prinsip menang-menang dalam beraktivitas tidak akan terjadi. Keberhasilan inovasi secara sosial dan ekonomi mengundang para inovator dan calon inovator untuk meningkatkan kerja sama mereka dengan para konsumen atau calon konsumen dan masyarakat atau para pemangku kepentingan. Kerja sama untuk menciptakan surplus konsumen dan surplus produsen. Kerja sama dalam penggalian ide, pengembangan produk dalam arti luas (barang/jasa, sistem distribusi, proses, dst.), dan difusi atau komersialisasi produk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2010/02/06/innovation-success/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Design Thinking</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/19/design-thinking/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/19/design-thinking/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 14:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[Asia-Pacific]]></category>

		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<category><![CDATA[Center Innovation Studies]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Management Innovation]]></category>

		<category><![CDATA[South-East Asia]]></category>

		<category><![CDATA[coaching]]></category>

		<category><![CDATA[coaching for innovation]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation management]]></category>

		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/19/design-thinking/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda membeli suatu produk, contoh handphone, yang bagus dalam hal kualitas material dan warna dengan fitur teknologi super canggih namun Anda kesulitan dalam menggunakannya karena panduan penggunaan produk kurang user friendly? Pernahkah Anda mendengar atau membaca iklan suatu produk yang menurut Anda produk itu luar biasa, bermanfaat dan harga menarik, bahkan Anda pernah melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda membeli suatu produk, contoh <em>handphone</em>, yang bagus dalam hal kualitas material dan warna dengan fitur teknologi super canggih namun Anda kesulitan dalam menggunakannya karena panduan penggunaan produk kurang <em>user friendly</em>? Pernahkah Anda mendengar atau membaca iklan suatu produk yang menurut Anda produk itu luar biasa, bermanfaat dan harga menarik, bahkan Anda pernah melihat rekan atau tetangga Anda atau teman seperjalanan Anda menggunakannya? &#8220;Wah, andaikan aku memilikinya,&#8221; seru Anda dalam hati. Namun apa daya, produk itu tidak mudah ditemui atau tidak mudah Anda peroleh karena situasi kondisi yang Anda miliki dan hadapi tidak memungkinkan. Ada ruang dan waktu tertentu yang Anda tidak atau belum peroleh atau akses sehingga membuat Anda sulit berinteraksi dengan produk atau dengan tempat-tempat penjualannya. Pernahkah Anda mendesain suatu sistem kerja dalam suatu perusahaan atau di lingkungan masyarakat tetapi tidak semua karyawan atau tidak semua masyarakat komunitas tersebut menggunakannya? Pernahkah kita bertanya mengapa dan mengapa?</p>
<p>Lagi, penulis terinspirasi oleh tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran tentang desain, antara lain lihat www.ideo.com. Para desainer sebelumnya atau biasanya hanya berfokus pada bagaimana memperbaiki tampak atau tampilan produk (barang atau jasa) dan fungsi serta berfungsinya barang atau jasa. Menariknya, akhir-akhir ini, pemikiran desain menjadi kepedulian organisasi bisnis dan organisasi nirlaba bahkan pemerintahan. Pemikiran ini menuntut organisasi, segala jenis organisasi dan individu-individu yang bertugas atau bermisi melakukan desain apapun, produk, kebijakan, peraturan, dan lain-lain untuk melihat lebih jauh dan dalam konteks, kebiasaan, asumsi, serta budaya di mana produk digunakan, kebijakan diterapkan, peraturan dilaksanakan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kegagalan produk, bahkan untuk meniadakan kegagalan produk, apapun itu produknya.</p>
<p>Berpikir desain adalah berpikir sistemik bahwa keberhasilan penggunaan produk atau penerapan kebijakan tidak terlepas dari keberhasilan desainer dalam menerjemahkan kebutuhan klien, konsumen atau pelanggan atau pemangku kepentingan dan melakukan uji coba - uji coba dalam bentuk prototipe sebelum meluncurkan secara final produk, apapun itu produknya.</p>
<p>Inti berpikir desain adalah (1) berpikir, melihat, mendengar apa kebutuhan konsumen, klien, atau pelanggan. Desainer terlibat dalam proses penemuan kebutuhan hingga serinci mungkin, tak ada yang terlewat. Semua suara didengar! Dan (2) berani membuat prototipe-prototipe dari produk yang desainer buat, sesuai dengan kebutuhan konsumen, pelanggan atau klien. Dalam prosesnya, walaupun (1) sudah terpenuhi, setelah (2) dilakukan, perubahan masih bisa terjadi karena rupanya dari hasil studi mendalam di lapangan, desainer masih banyak mengandalkan pada asumsi, rumus-rumus baku dengan solusi baku tertentu. Dalam realitasnya, hal itu jarang terjadi. Konteks budaya dan pengalaman personal individu atau organisasi menentukan berhasil tidaknya produk, apapun itu produknya.</p>
<p>Berita baiknya adalah kita semua diundang untuk menjadi desainer yang berpikir desain (<em>design thinking</em>).</p>
<p><a href="http://www.ideaconnection.com/innovation.html?partner=13966&#038;bnr=20" title="Corporate Solutions"><img src="http://www.ideaconnection.com/images/af13966/corporate-solutions.jpg" alt="Corporate Solutions"></a></p>
<p>Salam Inovator!<br />
Avanti Fontana</p>
<p>Links:<br />
www.imedcoaching.com<br />
www.avantifontana.com/blog<br />
innovatewecan.wordpress.com<br />
facebook.com/avanti.fontana<br />
linked-in<br />
avantifontana[at]gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/19/design-thinking/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Co-Innovation</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/12/co-innovation/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/12/co-innovation/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 04:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[Asia-Pacific]]></category>

		<category><![CDATA[Center Innovation Studies]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Management Innovation]]></category>

		<category><![CDATA[South-East Asia]]></category>

		<category><![CDATA[coaching]]></category>

		<category><![CDATA[coaching for innovation]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation management]]></category>

		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/12/co-innovation/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita memasuki hampir dua minggu tahun 2010 ini, saya melihat banyak sekali perkembangan inovasi baik praktik dan konsep hampir di segala penjuru dunia. Untuk itu, pembaca budiman dapat meng-klik Google, YouTube, Yahoo, Facebook, atau situs-situs perusahaan paling inovatif di dunia. 
Saat saya meng-klik www.ideo.com, mata saya terpana oleh satu judul berita Ideo and Ford [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kita memasuki hampir dua minggu tahun 2010 ini, saya melihat banyak sekali perkembangan inovasi baik praktik dan konsep hampir di segala penjuru dunia. Untuk itu, pembaca budiman dapat meng-klik Google, YouTube, Yahoo, Facebook, atau situs-situs perusahaan paling inovatif di dunia. </p>
<p>Saat saya meng-klik www.ideo.com, mata saya terpana oleh satu judul berita <em>Ideo and Ford Co-Innovate</em>. Membaca ini mengingatkan saya pada salah satu prinsip inovasi yang diluncurkan oleh Prahalad &#038; Krishnan dalam buku <em>The New Age of Innovation</em>. Prinsip itu adalah <em>value co-creation</em>. Kalau value <em>co-creation</em> merujuk pada proses inovasi yang melibatkan konsumen dari sejak awal proses inovasi; kerja sama antara produsen dan konsumen. <em>Co-innovation</em> merujuk pada kerja sama antara dua produsen atau lebih. <em>Value co-creation</em> pun dapat dan sudah sepantasnya diterapkan pada praktik <em>co-innovation</em>.</p>
<p>Sudah sejauh manakah kita menerapkan konsep penciptaan nilai secara bersama antara produsen (Anda, saya, kita) dan konsumen produk, barang atau jasa yang kita hasilkan?</p>
<p>Sudah sejauh manakah kita melakukan ko-inovasi dengan partner-partner bisnis kita?</p>
<p>Dalam konteks inovasi di lingkungan kerja atau di lingkungan masyarakat, <em>value co-creation</em> dan <em>co-innovation</em> bisa dan selayaknya diterapkan antar individu, antar komunitas, antar pemimpin dan yang dipimpin, dalam paradigma kolaborasi dan mitra kerja sama inovasi.</p>
<p>Selamat berinovasi.<br />
Avanti Fontana</p>
<p><a href="http://www.ideaconnection.com/innovation.html?partner=13966&#038;bnr=20" title="Corporate Solutions"><img src="http://www.ideaconnection.com/images/af13966/corporate-solutions.jpg" alt="Corporate Solutions"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2010/01/12/co-innovation/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Innovating</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2009/11/08/innovating/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2009/11/08/innovating/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 15:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[Asia-Pacific]]></category>

		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<category><![CDATA[Center Innovation Studies]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Management Innovation]]></category>

		<category><![CDATA[South-East Asia]]></category>

		<category><![CDATA[Syllabus and Module]]></category>

		<category><![CDATA[coaching]]></category>

		<category><![CDATA[coaching for innovation]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation management]]></category>

		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2009/11/08/innovating/</guid>
		<description><![CDATA[Kompas 8 November 2009 memuat tinjauan buku Innovate We Can! Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai (Individu, Organisasi, Masyarakat). Tinjauan buku itu ditulis oleh Phillip Gobang dari CIS.
Avanti Fontana menambahkan apa yang sudah diulas pada tinjauang buku tersebut di atas, yaitu bahwa salah satu prinsip inovasi yang tidak boleh diabaikan adalah &#8220;melakukan inovasi sekarang juga.&#8221; Jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/08/02543331/saatnya.berinovasi"><em>Kompas</em> 8 November 2009</a> memuat tinjauan buku <em>Innovate We Can! Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai (Individu, Organisasi, Masyarakat)</em>. Tinjauan buku itu ditulis oleh Phillip Gobang dari CIS.</p>
<p>Avanti Fontana menambahkan apa yang sudah diulas pada tinjauang buku tersebut di atas, yaitu bahwa salah satu prinsip inovasi yang tidak boleh diabaikan adalah &#8220;melakukan inovasi sekarang juga.&#8221; Jangan tunda, Jangan melakukannya untuk masa depan. Melakukan inovasi secara berkesinambungan dalam organisasi dan komunitas berarti melakukan proses penciptaan nilai dan menciptakan nilai secara terus-menerus. Ini ditandai dengan adanya perubahan-perubahan drastis dalam hubungan antara NILAI MANFAAT yang konsumen/pengguna/masyarakat pada umumnya akan peroleh dan NILAI MONETER atau harga/uang yang konsumen atau pengguna atau masyarakat akan keluarkan. Tingkat tertinggi nilai manfaat yang dipersepsikan konsumen merupakan tingkat harga paling tinggi yang konsumen mau bayar. Semakin besar nilai manfaat dibandingkan dengan harga yang konsumen harus atau perlu bayar, semakin baik, tidak saja dari sudut pandang konsumen/pengguna/masyarakat tetapi juga dari sudut produsen. Besarnya nilai manfaat untuk konsumen menurut persepsi konsumen menjadi proksi besarnya surplus produsen. Sepanjang produsen memperoleh surplus produsen dan sepanjang konsumen mempersepsikan surplus konsumen, semakin langgenglah proses penciptaan nilai dalam inovasi.* <em>Info on Corporate Seminar and Training &#038; Workshop on Innovation, Please Contact buku[at]avantifontana[dot]com or call/SMS 081310182099. Thank You</em>  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2009/11/08/innovating/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Inovasi (Workshop on Innovation)</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2009/01/04/segera-terbit-buku-tentang-inovasi-dan-penciptaan-nilai-how-to-create-value-through-innovation-in-your-organization-and-society/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2009/01/04/segera-terbit-buku-tentang-inovasi-dan-penciptaan-nilai-how-to-create-value-through-innovation-in-your-organization-and-society/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<category><![CDATA[Center Innovation Studies]]></category>

		<category><![CDATA[Events]]></category>

		<category><![CDATA[IM-ED-GSA]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Management Innovation]]></category>

		<category><![CDATA[South-East Asia]]></category>

		<category><![CDATA[coaching]]></category>

		<category><![CDATA[coaching for innovation]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[engaged scholarship]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation management]]></category>

		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2009/01/04/segera-terbit-buku-tentang-inovasi-dan-penciptaan-nilai-how-to-create-value-through-innovation-in-your-organization-and-society/</guid>
		<description><![CDATA[Keywords: innovators, entrepreneurs, innovation management, leadership, creativity, coaching for innovation, executive development program, strategy, branding, performance&#8230;
INFO BUKU
Judul: INNOVATE WE CAN! How to Create Value through Innovation in Your Organization and Society
Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai
Buku dalam Bahasa Indonesia (Book in Indonesian)
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Cetakan-1, Maret 2009)
Tebal: xxviii + 316 halaman
Ukuran Buku: 16,5 x 23 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Keywords: innovators, entrepreneurs, innovation management, leadership, creativity, coaching for innovation, executive development program, strategy, branding, performance</em>&#8230;</p>
<p>INFO BUKU<br />
Judul: <em>INNOVATE WE CAN! How to Create Value through Innovation in Your Organization and Society</em><br />
Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai<br />
Buku dalam Bahasa Indonesia <em>(Book in Indonesian)</em><br />
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Cetakan-1, Maret 2009)<br />
Tebal: xxviii + 316 halaman<br />
Ukuran Buku: 16,5 x 23 cm<br />
ISBN: 978-979-02-5671-2<br />
Harga: Rp90.000,-</p>
<blockquote><p>Melakukan inovasi tidak cukup hanya dengan memiliki ide-ide brilian. Melakukan inovasi tidak cukup hanya dengan melakukan invensi. Inovasi, lebih dari itu. &#8230;</p></blockquote>
<p>Buku <em>Innovate We Can!</em> memperkenalkan prinsip-prinsip manajemen inovasi dan faktor-faktor yang menunjang pelaksanaan inovasi di tingkat individu, organisasi, dan masyarakat. Kreativitas sosial dan kolaborasi menjadi salah satu tema penting dalam menunjang lahirnya banyak pusat proses penciptaan nilai dan inovasi di Indonesia.</p></blockquote>
<p>Kita, Indonesia, bisa berinovasi! Kenali prinsip dan manajemennya, proses dan kompasnya. Bangun kolaborasi dan tumbuh-kembangkan kreativitas sosial. Inovasi merupakan elemen penting dalam perekonomian kreatif.  </p>
<p><em>Cuplikan Prakata (Vincent Gaspersz)</em><br />
&#8220;&#8230; Patut dicatat oleh manajemen organisasi, bahwa peningkatan inovasi nilai tidak hanya ditujukan semata-mata kepada pelanggan eksternal atau pembeli, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan inovasi nilai kepada pelanggan internal (karyawan) dan pemasok material, karena pada dasarnya mereka ini yang mendukung terciptanya peningkatan inovasi nilai kepada pelanggan eksternal atau pembeli. Berdasarkan kenyataan ini, setiap perusahaan dapat membuat model yang mengidentifikasikan kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan inovasi nilai sesuai situasi dan kondisi aktual dari perusahaan itu. &#8230;&#8221;</p>
<p><em>Cuplikan Kata Sambutan (Frans M Parera)</em><br />
&#8220;&#8230; Selama membaca pendahuluan buku ini, saya seperti menonton promosi film ”Laskar Pelangi,” membawa imajinasi saya ke sebuah landscape, nonfiksi dan fiksi, fakta dan imajinasi, seperti tuntutan presentasi seorang guru di kelas, penuh pergulatan atas realitas yang mau digenggam dan diberdayakannya. Banyak hal menarik bab demi bab khusus bagi mereka yang mendalami sosiologi industri, ilmu manajemen, etika bisnis di tengah lingkungan sosial yang dilanda tragedi pasar global dengan pesan-pesan nilainya seperti &#8230;&#8221;</p>
<p><em>Cuplikan Pendahuluan</em><br />
&#8220;&#8230; Picuan eksternal saja tidak cukup untuk membuat organisasi, individu, dan pemerintah (<em>part of society</em>) berinovasi. Pemerintah, organisasi, dan individu perlu memperlengkapi diri dengan perangkat-perangkat penunjang inovasi, baik yang berwujud maupun yang nirwujud. Pemimpin dan kepemimpinan menjadi faktor penting; tidak ada inovasi tanpa kepemimpinan. Kreativitas dari dalam organisasi menjadi faktor pemicu berikutnya. Dewasa ini dan di masa mendatang, kreativitas menjadi salah satu faktor yang memungkinkan ditemukannya ide baru, pengembangan baru, hingga cara baru diseminasi barang dan/atau jasa yang dihasilkan. Kreativitas sosial (akan) menjadi primadona. &#8230;&#8221;</p>
<blockquote><p><em>Cuplikan Sebagian Testimonial</em></p></blockquote>
<p>“Companies in emerging economies have often competed on low labour cost when it came to exports, or were protected by trade barriers for their home markets. These strategies have their limits: cost competition often becomes a race to the bottom and there are always locations elsewhere in the world that can be even cheaper than you. Moreover the world has moved towards more open competition and trade barriers have become a limited form of protection. Therefore companies in emerging economies like Indonesia need to learn how to create value through innovation. Innovation is not easy: it is risky and it requires a lot of innovation and creativity, excellent project management, a clear vision, etc. And there is no guarantee for success. But Indonesia has also an advantage: a large market of lower middle class and bottom of the pyramid consumers that can be a splendid source for innovations for new products, processes or business concepts. We have learned over the last 30 years how to increase our chances for success by better managing the innovation process. In this book you will find a number of ideas and concepts, which are anchored in the worldwide experience, but which can be adapted to the local Indonesian market. I am sure it will stimulate some companies in Indonesia to take the plunge and become a better innovator.” <em>(Arnoud De Meyer, Director of Judge Business School at the University of Cambridge, and Co-author of Inspire to Innovate: Management and Innovation in Asia. Palgrave Macmillan, 2005)</em></p>
<p>“… Buku ini memang berbeda dari buku lain yang membahas tentang inovasi, manajemen dan kreasi nilai sehingga sangat patut untuk dibaca dan dijadikan acuan serta kajian kita semua.” <em>(Nining I. Soesilo, Kepala UKM Center, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia)</em></p>
<p>“… Semoga buku ini dapat menjadi pelita dan solusi bagi para pembacanya sehingga manajemen inovasi dan penciptaan nilai dapat dipahami dengan lebih mudah.” <em>(Thomas Darmawan, Ketua Komite Tetap Pengembangan dan Pemasaran Produk Kadin Indonesia, Wakil Ketua Dewan Riset Nasional)</em></p>
<p>“Buku ini baik dalam menginspirasi kita semua, bahwa inovasi wajib untuk terus-menerus dilakukan sesuai dengan needs, wants, demands target market yang dituju, dan tentunya dalam melakukannya harus diatur. Selamat untuk buku INNOVATE WE CAN! ini dan sukses dalam memberikan kontribusi bagi bangsa &#038; Negara Kesatuan RI yang kita cintai ini.” <em>(Bryan Tilaar, Direktur Utama PT Martina Berto, Martha Tilaar Group)</em></p>
<p>“… Buku ini menjadi unik dengan adanya pembahasan mengenai coaching, yang merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran perusahaan kelas dunia saat ini. Selamat membaca dan mari berinovasi!” <em>(Didit Herawan, Country Director/General Manager, Motorola Home &#038; Networks Mobility, Indonesia)</em></p>
<p>“… Tetapi buku ini membuktikan, kreativitas dan inovasi adalah domain yang seharusnya terbuka, bersistem, berjejaring, interdependen, dan beyond personal. Sebab dengan perspektif demikian, kreativitas dan inovasi dapat lebih diarahkan menjadi sebuah gerakan besar dalam membangkitkan sebuah bangsa menuju puncak kejayaannya. Makanya, ini buku penting yang penting dibaca oleh orang-orang terpenting di negeri ini.&#8221; <em>(Edy Zaqeus, Penulis Bestseller, Bornrich Consulting)</em></p>
<p>“… Buku ini perlu menjadi referensi para pemimpin Negara, anggota legislatif, dan semua pihak yang mau berkontribusi bagi Indonesia baik di lembaga-lembaga pemerintahan maupun swasta.” <em>(Phillip Gobang, Pengamat Pembangunan Sosial Politik Indonesia, Center for Innovation Studies)</em><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><em>Forthcoming</em></p>
<h3 class="mast"> Workshop<br />
<em>How to Create Value through Innovation in Your Organization and Society</em><br />
</h3>
<p>Identifikasi Rantai Nilai Inovasi Perusahaan Anda! Tingkatkan Keunggulannya.<br />
Pantau Radar Inovasi Perusahaan Anda! Pilih yang Paling Berdampak.<br />
Kelola Aplikasi Dua Prinsip Inovasi dan Delapan Prinsip Manajemen Inovasi Perusahaan Anda.<br />
Kepemimpinan dalam Inovasi adalah Krusial dan Ia perlu Ditunjang oleh Tujuh Faktor Lainnya.<br />
Info <em>Workshop</em>: buku[at]avantifontana.com/0813-1018-2099</p>
<p>INFO PERS<br />
*Majalah <em><a href="www.marketing.co.id">MARKETING</a></em> 03/IX/Maret 2009 menampilkan ulasan tentang merek-merek inovatif di dunia. Lihat juga hasil wawancara Purjono Agus Suhendro dari Majalah <em>MARKETING</em> dengan Avanti Fontana: &#8220;Dunia Inovasi, Dunia Paradoks&#8221; (halaman 48-50). </p>
<p>*<a href="http://www.andaluarbiasa.com/innovate-we-can">Info Buku</a></p>
<p>*<a href="http://www.andaluarbiasa.com/avanti-fontana-indonesia-perlu-membangun-sistem-kreativitas-sosial-dan-sistem-inovasi">Wawancara tentang Buku</a></p>
<p><em>Beli/Pesan Buku</em><br />
Dapatkan di toko buku terdekat atau order via email: buku[at]avantifontana.com </p>
<h3 class="mast">Previous Talk Show, Seminar, Workshop<br />
<em>Innovate We Can!<br />
How to Create Value through Innovation in Your Organization and Society</em><br />
</h3>
<p>TB Leksika Lenteng Agung, Sabtu 4 April 2009, 14.00-16.00 WIB.<br />
TB Leksika Rawamangun, MInggu 5 April 2009, 10.00-12.00 WIB.<br />
TB Leksika Lenteng Agung, Sabtu 18 April 2009, 14.00-15.30 WIB.<br />
TB Leksika Rawamangun, Minggu 19 April 2009, 14.00-15.30 WIB.<br />
TB Gramedia Matraman, Minggu 26 April 2009, 15.00-17.00 WIB.<br />
TB Gramedia Matraman, Sabtu 9 Mei 2009, 14.00-17.00 WIB.<br />
Dan seterusnya.</p>
<p><a href='http://www.avantifontana.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/workshop-innovate-we-can.jpg' title='Workshop Innovate We Can'><img width="250" src='http://www.avantifontana.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/workshop-innovate-we-can.jpg' alt='Workshop Innovate We Can' /></a><br />
</p>
<p><a href='http://www.avantifontana.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/talkshow-innovate-we-can.jpg' title='Talkshow Innovate We Can'><img width="250"  src='http://www.avantifontana.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/talkshow-innovate-we-can.jpg' alt='Talkshow Innovate We Can' /></a></p>
<p><a href='http://www.avantifontana.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/innovation-series-seminar.jpg' title='Innovation Series Seminar'><img width="250"  src='http://www.avantifontana.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/innovation-series-seminar.jpg' alt='Innovation Series Seminar' /></a><br />
</p>
<p><em>Last upd. info: 8 August 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2009/01/04/segera-terbit-buku-tentang-inovasi-dan-penciptaan-nilai-how-to-create-value-through-innovation-in-your-organization-and-society/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>In a Quest for Development Paradigms in Indonesia: from Crisis to Catharsis</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/05/03/in-a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-from-crisis-to-catharsis/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2008/05/03/in-a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-from-crisis-to-catharsis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 02:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Asia-Pacific]]></category>

		<category><![CDATA[Center Innovation Studies]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[South-East Asia]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2008/05/03/in-a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-from-crisis-to-catharsis/</guid>
		<description><![CDATA[Prosesi Pembangunan dari Krisis ke Katarsis
Development
Crisis to Catharsis
Inovasi adalah keberhasilan ekonomi karena produsen/pemerintah sebagai penyedia atau penjual barang atau jasa memperkenalkan cara baru dalam mentransformasi input menjadi output atau dalam mengkombinasi cara-cara mentransformasi input menjadi output untuk menciptakan perubahan besar dalam hubungan antara nilai guna (yang dipersepsikan dan dirasakan oleh konsumen, pengguna, masyarakat, rakyat) dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prosesi Pembangunan dari Krisis ke Katarsis</strong></p>
<blockquote><p>Development<br />
Crisis to Catharsis</p></blockquote>
<p><em>Inovasi adalah keberhasilan ekonomi karena produsen/pemerintah sebagai penyedia atau penjual barang atau jasa memperkenalkan cara baru dalam mentransformasi input menjadi output atau dalam mengkombinasi cara-cara mentransformasi input menjadi output untuk menciptakan perubahan besar dalam hubungan antara nilai guna (yang dipersepsikan dan dirasakan oleh konsumen, pengguna, masyarakat, rakyat) dan nilai moneter (harga) yang ditetapkan oleh produsen/penjual/pemerintah/penyedia barang dan jasa.  Perekonomian berdaya inovasi mampu menghasilkan nilai tambah unik dan substansial bagi konsumen dan/atau masyarakatnya dan akan secara otomatis berimbas positif kepada pelaku-pelaku perekonomian itu sendiri. Kinerja finansial-ekonomi dan kinerja sosial jalan bersama bergandengan tangan.  Maukah Indonesia memanfaatkan peluang pembangunan perekonomian kreatif, berstamina tangguh di tengah gempuran krisis? Maukah Indonesia merespons krisis secara proaktif? Bagaimana caranya?</em></p>
<p>Artikel Sri Adiningsih (<em>Kompas</em> 1/4/08) memberi nada optimis bagi Indonesia dalam menghadapi krisis. Indonesia, negara yang kaya sumberdaya alam dan sumberdaya manusia karya jangan terbenam dalam krisis dan permasalah ekonomi global yang masuk hingga relung-relung perekonomian kehidupan rakyat banyak. Mari kita melihat dengan pandangan mata baru. Ubah cara melihat lingkaran pembangunan bukan dalam lingkaran setan (<em>vicious circle</em>) tetapi dalam lingkaran Tuhan (<em>virtuous circle</em>). Idealnya situasi yang disebut krisis dewasa ini memberi atau membuat kita berefleksi dan menangkap peluang serta memanfaatkannya.</p>
<p>Menurut <em>Kompas</em> (24/3/08 halaman 17), pemerintah memilih untuk tetap membiarkan harga kebutuhan pokok melambung hingga mencapai titik stabil. Sementara itu, pihak yang paling terkena dampaknya akan tetap dilindungi dengan pemberian subsidi. &#8230;Bulog mengendalikan harga beras Rp4.000-Rp6.000 per kilogram. Lonjakan harga-harga di luar harga beras akan diredam dengan berbagai langkah instrumen seperti menaikkan pajak ekspor. Untuk minyak goreng, pemerintah mengalokasikan dana Rp500milyar untuk menyubsidi 19,2 juta jiwa penduduk miskin di Indonesia. Pemerintah bekerjasama dengan produsen minyak goreng menjual minyak goreng Rp2500/kg. Harga tersebut lebih murah dari harga pasar yang kini dijual Rp12.500/kg. Kepada 115 perajin tahu tempe di Indonesia, pemerintah memberi subsidi Rp1000 untuk setiap kilo kedelai yang dibeli. Solusi jangka panjang yang pemerintah akan lakukan adalah meningkatkan produksi dalam negeri dan melancarkan distribusi berbagai komoditas supaya harga lebih terkontrol baik bagi petani maupun konsumen. </p>
<p>Pertanyaannya sampai kapan subsidi diberikan? Bagaimana meningkatkan produksi dalam negeri? Bagaimana meningkatkan nilai tambah hasil produksi dalam negeri? Bagaimana memampukan rakyat dalam beraktivitas membangun? Bagaimana meningkatkan kepedulian semua pihak utamanya yang sedang memiliki kekuatan kekuasaan dan pengambilan keputusan kepada rakyat yang masih lemah, unit-unit usaha yang masih lemah?</p>
<p>Pemerintah Indonesia bersama para pemangku kepentingan yang relevan, sekarang, harus memelopori upaya pencarian solusi, saat ini, yang berdampak jangka panjang dan antisipatif sehingga bertahap Indonesia dapat membangun ketahanan ekonomi dan ketahanan ekonomi rakyatnya. Cari titik terang di tengah krisis. ’Berkat’ krisis, Indonesia tidak terlena dalam kelimpahan sumberdaya. ’Berkat’ krisis, Indonesia menyadari betapa besar potensi kehidupan bangsa ini. ’Berkat’ krisis, Indonesia menjadi lebih kreatif dan mau membangun kewirausahaan dan daya inovasi. Kewirausahaan adalah kemampuan memanfaatkan peluang. </p>
<p>Pelaku inovasi adalah <em>entrepreneur</em> atau <em>intrapreneur</em>. Setiap anak bangsa berpeluang menjadi pelaku inovasi. Inovasi dapat terjadi di tingkat individu, organisasi, dan sosietas/negara. Inovasi yang berhasil membuahkan kinerja ekonomi dan kinerja sosial. Kewirausahaan dan inovasi yang terarah dapat menjadi motor pembangunan.</p>
<p>Data BPS dan Kementerian Negara Koperasi dan UMKM (2005) menunjukkan: ada 47 juta lebih unit usaha mikro, kecil dan menengah dengan serapan tenaga kerja 96% dari total penyerapan tenaga kerja. Peran UKM dalam penciptaan produk domestik bruto (PDB) nasional menurut harga berlaku hanya 53%. Hasil diskusi panel (<em>Kompas</em> 29/2/08) melaporkan: sektor UKM di Indonesia yang menjadi penopang ekonomi lebih dari 50% penduduk sedang di ambang kebangkrutan. Industri tempe hingga pengecoran baja tiarap! Usaha perdagangan di pasar tradisional hancur. Para pengusaha Ceper terpaksa harus membeli batu bara dari China yang berasal dari tambang-tambang Indonesia. Pengusaha kesulitan bahan bakar dan bahan baku.</p>
<p>Dalam menyikapi krisis dan permasalah ekonomi global yang berdampak pada perekonomian nasional dan perekonomian rakyat, intervensi kebijakan fiskal dan moneter saja tidak cukup. Kebijakan pemerintah harus memperhitungkan efek kini dan jangka panjang dan harus merembes ke dan dapat diserap oleh sektor riil. Pemerintah (misalnya dengan bermitra dengan perusahaan BUMN dan Swasta) dapat memelopori pengembangan kewirausahaan dan inovasi pada tingkat unit usaha (organisasi), komunitas masyarakat dan para pemimpin/pengelola unit-unit usaha khususnya skala mikro, kecil, dan menengah mengingat mereka paling merasakan dampak krisis. Mengapa? Kita dapat memperoleh banyak jawaban berdalih alih-alih jawaban proaktif bagaimana menutup kesenjangan ekonomi dan inovasi pembangunan ini.</p>
<blockquote><p>Entrepreneurship<br />
Innovation Capability</p></blockquote>
<p><strong>Kewirausahaan dan Daya Inovasi Indonesia</strong></p>
<p>Sudah cukup kuatkah pemicu bagi Indonesia untuk bangkit di tengah krisis, masuk dalam katarsis kreativitas, kewirausahaan dan inovasi pembangunan? Jenis pembangunan seperti apa yang Indonesia perlukan? Bagaimana bila para pemimpin melihat paradigma pembangunan Indonesia sebagai pembangunan yang manusiawi  (<em>people-centered development</em>) dengan keterarahan kepada Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa, yang ramah lingkungan (<em>eco-friendly development</em>) dan yang dikelola dalam dengan manajemen yang berkarakter (<em>good governance</em>)? </p>
<p>Bagaimana kalau kita melihat bahwa sekarang adalah saat tepat untuk Indonesia menemukan peluang pembangunan kreatif yang belum tersentuh kebijakan? </p>
<p>Melihat bahwa pembangunan adalah proses sosial yang mengandalkan pada kreativitas sosial; <em>none of us is as smart as all of us</em>, maka semua suara pemangku kepentingan (<em>stakeholders</em>) harus didengar. Pendekatan manajemen pengetahuan (<em>knowledge management</em>) relevan digunakan dalam konteks pembangunan karena semua hal, isu, pelaku ekonomi, dampak-dampak tindakan adalah interdependen, saling terkait dan tergantung. <em>All voices must be heard</em>. </p>
<p>Cara pandang ’krisis’ yang reaktif, protektif, persepsi parsial, keterisolasian, keraguan akan adanya titik terang, polarisasi dan konflik, ketakutan, kepanikan dan memori pengalaman ketakutan/traumatis bergeser/berubah ke cara pandang ’spiritus - <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Catharsis">katarsis</a>’ yang responsif-proaktif, eksploratif, persepsi holistik, kesatuan, kesadaran kolektif, <em>trust</em>, kelimpahan, optimis, semangat, bebas dan kreativitas, memori dan pengalaman kejayaan membawa hikmah bahwa kita pun bisa hidup (lebih) baik (berpengharapan).   </p>
<p><strong>Mari Indonesia bersiap menuju dan masuk dalam perekonomian kreatif.</strong> <strong>@F</strong></p>
<blockquote><p>Creative Economy<br />
Virtuous-Cycle Development</p></blockquote>
<p>Avanti Fontana<br />
<a href="http://www.certifiedcoach.org/" target="_blank"><img src="http://certifiedcoach.org/images/member2008.jpg" width="250" height="63" border="0"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2008/05/03/in-a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-from-crisis-to-catharsis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Knowledge Management &#038; Innovation</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/03/24/knowledge-management-innovation/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2008/03/24/knowledge-management-innovation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 03:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation management]]></category>

		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2008/03/24/knowledge-management-innovation/</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen Pengetahuan (KM) dan Inovasi
KM didefinisikan sebagai proses lewat mana perusahaan menghasilkan nilai dari aset perusahaan yang berbasis intelektual dan pengetahuan. Proses menghasilkan nilai dari aset intelektual dan aset pengetahuan ini melibatkan proses sharing atau proses membagi dengan cara menyampaikan aset-aset berbasis pengetahuan tersebut di antara para manajer, para karyawan, departemen, dan bahkan perusahaan-perusahaan lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Manajemen Pengetahuan (KM) dan Inovasi</strong><br />
KM didefinisikan sebagai proses lewat mana perusahaan menghasilkan nilai dari aset perusahaan yang berbasis intelektual dan pengetahuan. Proses menghasilkan nilai dari aset intelektual dan aset pengetahuan ini melibatkan proses sharing atau proses membagi dengan cara menyampaikan aset-aset berbasis pengetahuan tersebut di antara para manajer, para karyawan, departemen, dan bahkan perusahaan-perusahaan lain dalam upaya untuk mentransfer best practices. Yang penting untuk dicatat di sini adalah bahwa definisi ini tidak bicara apapun tentang teknologi (teknologi informasi). KM didukung oleh teknologi informasi dan perusahaan memerlukannya, Tetapi teknologi informasi pada dirinya sendiri adalah bukan KM. Teknologi informasi adalah kondisi yang perlu (<em>necessary condition</em>) dalam KM, bukan kondisi yang cukup (<em>sufficient condition</em>) dalam KM. </p>
<p>Keterkaitannya antara KM dan inovasi adalah bahwa KM menunjang upaya dan daya inovasi perusahaan. KM dapat memberi kontribusi penting dalam setiap kegiatan rantai nilai inovasi. Basis KM yang kuat dalam perusahaan menjadi modal awal yang baik untuk setiap upaya dan implementasi inovasi. Dan hasil-hasil kegiatan inovasi pada gilirannya akan memperkuat atau dapat memperbaharui basis KM perusahaan. Praktik-praktik unggul dalam perusahaan (<em>best practices</em>) yang dapat ditransfer antar unit dalam organisasi atau perusahaan yang sama atau antar perusahaan berbeda tanpa adanya inovasi lebih lanjut akan menjadi usang dan tidak lagi dapat menopang kehidupan perusahaan. Pada situasi ini, inovasi harus dilakukan untuk merevitalisasi dan memperbaharui atau menciptakan praktik-praktik terbaik di dalam perusahaan (<em>best practices</em>). </p>
<p>Hubungan antara KM dan kinerja perusahaan (<em>bottom-line performance</em>) harus dilihat dari perspektif yang lebih luas dan sistemik yang memperhitungkan semua pemangku kepentingan (<em>stakeholders</em>) yang relevan. KM sebagai dasar atau basis inovasi. KM dapat diumpamakan sebagai otak dari inovasi dalam perusahaan atau organisasi. Kinerja organisasi adalah konsekuensi logis dari keberhasilan teknis, komersial, dan ekonomi dari inovasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2008/03/24/knowledge-management-innovation/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A Quest for Development Paradigms in Indonesia: Micro and Managerial Perspectives</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-micro-and-managerial-perspectives/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-micro-and-managerial-perspectives/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 16:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Asia-Pacific]]></category>

		<category><![CDATA[English]]></category>

		<category><![CDATA[Events]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[South-East Asia]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-micro-and-managerial-perspectives/</guid>
		<description><![CDATA[One-Day Conference on A Quest for Development Paradigms in Indonesia: Micro and Managerial Perspectives
6 March 2008, 09.00 -15.30
Seminar Room I, ISEAS
The fever of the 2009 direct Presidential election is rising in Indonesia. Preparations for the campaign and the search for candidates have been intensifying. Many surveys have been carried out to find the most popular [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>One-Day Conference on A Quest for Development Paradigms in Indonesia: Micro and Managerial Perspectives</strong><br />
6 March 2008, 09.00 -15.30<br />
Seminar Room I, <a href="http://www.iseas.edu.sg">ISEAS</a></p>
<p>The fever of the 2009 direct Presidential election is rising in Indonesia. Preparations for the campaign and the search for candidates have been intensifying. Many surveys have been carried out to find the most popular candidates. Experience from the first direct Presidential elections, and many regional elections throughout the country, has shown that popularity became the most decisive factor in electoral victory. Not surprisingly, celebrities have better chances of winning in the elections regardless of their development paradigms. Unfortunately, little work has been done on the development paradigms themselves. Democracy means educating citizens to see beyond popularity and getting them to discuss development paradigms.</p>
<p>What kind of development does Indonesia need? Was the economic growth rate of 6.32 per cent in 2007 too low or too high? What is the basis of evaluation? These are not easy questions. They are not even mentioned in any textbook on development studies since the texts are usually decades behind current reality. Indonesia now is very different from Indonesia 40 years ago and even 10 years ago. It is encouraging that Indonesian scholars have begun to share views on what development paradigms Indonesia should adopt. This effort is commensurate with one of the studies ISEAS is currently doing: on the quest for suitable development paradigms for Indonesia. The results of the study will be disseminated to a wide Indonesian audience so that it can influence campaigns for the election of the President and the Vice-President. A better Indonesia resulting from more suitable development paradigms will also mean a better ASEAN and the world.  Hopefully, any candidate for President/Vice-President will benefit from the ISEAS effort.</p>
<p>As a beginning, ISEAS is collaborating with scholars from the Faculty of Economics at the University of Indonesia. ISEAS will conduct a one-day conference on “A Quest for Development Paradigm for Indonesia: Micro and Managerial Perspectives.”  The emphasis of this conference is on perspectives from microeconomics, management and business, approaches that are frequently neglected in public debates on Indonesian economic development. On the other hand, Indonesia needs excellent entrepreneurs, innovators, managers, and leaders. Therefore, one of the emerging paradigms is the need for Indonesian policy-makers to strengthen micro and managerial perspectives of economic development. </p>
<p>Three Indonesian scholars and three Indonesian top-level business leaders will be the speakers at the conference. The scholars are lecturers at the Faculty of Economics, University of Indonesia, with management as their expertise.  The business leaders are currently working for their doctorate degrees at the Faculty of Economics, University of Indonesia. In addition to the speakers and moderators, the conference also expects active discussions by participants. </p>
<p>You are cordially invited to attend the conference. It is free and on a first-come, first-served basis. Seats are limited. Please register to Karthi at karthi@iseas.edu.sg. If you happen not to be able to attend the conference after registering, we will appreciate very much if you could  inform us. </p>
<p>The programme of the conference is as follows:</p>
<p><strong>Programme</strong></p>
<p><strong>09.00-09.15:    Welcoming Address</strong></p>
<p><strong>09.15-09.30:    Objective and Plan of the Conference</strong><br />
Dr. Aris Ananta, Coordinator of the Conference</p>
<p><strong>Banking Industrial Structure</strong><br />
Chairperson:  Dr. Denis Hew, Senior Fellow, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore</p>
<p><strong>09.30 – 10.00 Dynamics of Banking Industrial Structure and Implications for Industrial Stability</strong><br />
Dr. Bambang Hermanto, Head of the Department of Management, Faculty of  Economics, University of Indonesia</p>
<p><em>Bambang Hermanto uses an industrial organization approach to analyze the structure, dynamics, and performance of the banking industry against industrial stability and strategic risk. Hermanto uses banking financial reports of the Central Bank (Bank Indonesia), including data from all commercial banks in Indonesia for the periods September 2000 (156 banks) until May 2006 (131 banks). His finding demonstrates that the Indonesian banking industry is still in a stable condition, as normal competition has not yet occurred. In terms of asset measurement and performance, however, tight competition is found to be discrete within the inter sub-industry. The tight competition exists in the medium sub-banks. The research also shows that the declining number of banks within the industry has been followed by lower concentration indices as well as a decreasing market share of the 15 large banks.</em></p>
<p><strong>State Owned Enterprises and Public Service Institutions</strong></p>
<p>Chairperson:  Dr. Denis Hew, Senior Fellow, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore</p>
<p><strong>10.00-10.30     Ownership Reforms: Do They Matter? A Study of the Privatization of Indonesia’s State Owned Enterprises</strong><br />
Dr. Viverita, Lecturer at the  Faculty of Economics, University of Indonesia          </p>
<p><em>State-owned enterprises (BUMNs) have received much attention in Indonesian economic development because they are expected to contribute to the nation’s economy, though they are also subsidized by the government. Not surprisingly, the BUMNs must secure good economic outcomes as well as high financial and productivity performance. Otherwise, they will not be sustainable. To achieve these goals, the Indonesian government launched a privatization policy by selling parts of the government ownership in some of the BUMNs through public offerings and private placements. However, Viverita Yosman has found evidence that, so far, there have been no significant changes in the BUMNs’ performance in  the privatized firms. Yosman also examines whether the government policy to privatize some of  the state firms (BUMNs) was appropriate. </em></p>
<p><strong>10.30-11.00   Break</strong></p>
<p>Chairperson: Dr. Lee Poh Onn, Fellow, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore</p>
<p><strong>11.00-11.30  The Role of Knowledge Management in the Public Service: A Case Study in PT PLN (Persero)-State Electricity Company, Indonesia</strong><br />
Mr. Manerep Pasaribu, Director of PLN (State Electricity Company), Province of East Nusa Tenggara; Ph.D candidate in Management, Faculty of Economics, University of Indonesia. </p>
<p><em>Since the beginning of the 1990s, the public organization has been facing stronger demands to perform better. Yet, progress has not been as expected. At the same time, best practices have been expected to be the base to create effective public services. Manerep Pasaribu focuses his presentation on the distribution, replication, and re-use of best practices in organization units of PT PLN (Ltd.), the Indonesian State Electricity Company. Pasaribu utilizes a knowledge-management approach to identify factors affecting the effectiveness of best practices application to all levels of the organization. He addresses several types of influence on an organization’s performance: knowledge type, collaboration, adaptation, strategic leadership, transfer implementation, knowledge-sharing, and practices transfer.</em></p>
<p><strong>Innovation and Development</strong><br />
Chairperson: Dr. Lee Poh Onn, Fellow, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore</p>
<p><strong>11.30-12.00   An Evaluation of Indonesia’s National Innovation Systems:  A Case Study of the Telecommunication Industrial Cluster</strong><br />
Mr. Didit Herawan, Country Director/General Manager of Motorola Home &#038; Networks Mobility. PhD candidate in Management, Faculty of Economics, University of Indonesia. </p>
<p><em>Innovation has turned out to be an increasingly significant factor in the competitiveness of firms, the prosperity of nations and economic growth. In the past two decades, the use of National Innovation Systems (NIS) approach to analyze the development and sustainability of an industry has been receiving  more attention. The implementation of this approach depends on the specific situation of the country, region, city or industry. At a higher level, Didit Herawan evaluates different stages of NIS development in Indonesia, where the notion of NIS has been discussed in various forms since the beginning of 1998. Herawan uses the traditional framework of NIS as a point of reference to guide the corporation. His observations show NIS has not been implemented well. The study leads to an improvement of the current NIS model and calls for research to develop a more robust model.</em></p>
<p><strong>12.00-13.0	Lunch</strong></p>
<p>Chairperson: Yohanes Eko Riyanto, Assistant Professor, Department of Economics, National University of Singapore, Singapore</p>
<p><strong>13.00-13.30  The Role of Intuition in Accelerated Product Development in Food Industry in Indonesia</strong><br />
Ms. Pepey Riawati Kurnia, a former Product/ Project Manager at Primafood International Ltd., Charooen Popkphand Group of Companies. PhD candidate in Management, Faculty of Economics, University of Indonesia. </p>
<p><em>In the midst of tightening competition, managers must make risky, quick and accurate decisions. To do this, they often rely on their intuition, built from their cumulative experiences in the market. A manager said that 70 per cent of his decisions were based on intuition and a willingness to take risk. The best decisions are based on both analysis and intuition. Pepey Riawati Kurnia discusses this issue, using the Indonesian food industry as her case study. The industry has been growing annually at about 6 per cent for all kinds of food, with strong demand from both domestic and international markets. It is no wonder that many businesses have entered the market. She analyzes how intuition contributes to decision-making in this promising business in Indonesia.</em></p>
<p>Chairperson: Yohanes Eko Riyanto, Assistant Professor, Department of Economics, National University of Singapore</p>
<p><strong>13.30-14.00  The Linkages between Innovation and Economic Development: Initiatives to Empower Society’s Entrepreneurship and to Build National Competitive Advantages</strong><br />
Dr. Avanti Fontana, Lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia</p>
<p><em>Avanti Fontana highlights the link or relationship between innovation and economic development. Innovation is seen as the generator for Indonesian development and growth. Fontana discusses the importance of innovation at the societal level, the organizational level, and the individual level. She also examines the urgency and importance of implementing innovation at the societal level via creative entrepreneurship, micro-financing, conducive regulations for entrepreneurship, and the revival and the increasing number of micro, small, and medium enterprises as the engine for Indonesian economic development and growth. She places the discussion in the context of Indonesian firms and people living in Indonesia. She also investigates the role of innovation (at various levels of units of analysis) for Indonesian economic development and growth. Finally, she emphasizes the micro and managerial paradigms in policy-making in Indonesia.</em></p>
<p><strong>14.00 – 14.30  What are the Paradigms?</strong><br />
Dr. Aris Ananta, Coordinator of the Conference</p>
<p><em>Aris Ananta will discuss some interesting findings from the conference. He will also invite inputs from all participants on the follow-up to the conference and other agendas on the study of the quest for development paradigms in Indonesia.</em></p>
<p><strong>14.30-14.45	Closing Address</strong></p>
<p><em>(Blog content from Dr. Aris Ananta - AF260208)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/a-quest-for-development-paradigms-in-indonesia-micro-and-managerial-perspectives/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneurship Education &#038; Training</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/entrepreneurship-education-training/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/entrepreneurship-education-training/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 22:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Events]]></category>

		<category><![CDATA[education development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/entrepreneurship-education-training/</guid>
		<description><![CDATA[Join us this year for the 18th Annual IntEnt conference to hear, learn, and exchange ideas and perspectives on the latest trends and innovations from leaders like yourself in the field of entrepreneurship education and training. 
IntEnt Conference: July 17th – 20th, 2008
Miami University, Oxford, Ohio, USA
Marcum Conference Center
Be involved by submitting your own that [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Join us this year for the <strong>18th Annual IntEnt conference</strong> to hear, learn, and exchange ideas and perspectives on the latest trends and innovations from leaders like yourself in the field of entrepreneurship education and training. </p>
<p><strong>IntEnt Conference: July 17th – 20th, 2008<br />
Miami University, Oxford, Ohio, USA<br />
Marcum Conference Center</strong></p>
<p>Be involved by submitting your own that may focus on a variety of entrepreneurship education topics, including:</p>
<p>* The impact and effect of entrepreneurship programmes<br />
* Theoretical and methodological approaches in education and entrepreneurship training<br />
* The role of education in the venture creation process<br />
* Innovative ways of transferring education and training facilities<br />
* Innovative ways of teaching entrepreneurship inside and outside our classrooms<br />
* The role of government and the private sector in fostering education/training<br />
* The didactic benefits of business simulations, role playing, case studies<br />
* Submissions on related topics will also be considered.</p>
<p>Authors who want to present their papers at the conference should electronically submit a three-page abstract by March 15th 2008 to Dr. Jill Kickul, Richard A. Forsythe Chair in Entrepreneurship, Miami University,  <mailto:kickuljr@muohio.edu> kickuljr@muohio.edu </p>
<p>A &#8220;FGF-Best-Paper-Award&#8221; (1,000 EURO) will be granted for the best research paper presented by scholars at the conference. The award is sponsored by the Foerderkreis Gruendungs-Forschung, Bonn, Germany.</p>
<p>Finally, hear from our Keynote Speakers:</p>
<p>* Donald F. Kuratko - Indiana University<br />
* Shaker Zahra - University of Minnesota<br />
* Stan Mandel - Wake Forest University<br />
* Allan Gibb - Durham University, UK.<br />
* Alain Fayolle - EM Lyon, France<br />
________________________________________</p>
<p>Additional information including registration and cost is available on our <a href="http://www.intent-conference.com">website</a>.</p>
<p>Jill Kickul, Ph.D.<br />
Forsythe Chair in Entrepreneurship<br />
Miami Institute for Entrepreneurship<br />
Farmer School of Business<br />
Miami University, 222 Upham<br />
Oxford, OH 45056<br />
(T) 513-529-9918<br />
Email: kickuljr@muohio.edu</p>
<p>(From Jill Kickul - AF260208)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/26/entrepreneurship-education-training/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Knowledge, Innovation &#038; Coaching</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/</link>
		<comments>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 04:46:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Avanti FONTANA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Asia-Pacific]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[coaching for innovation]]></category>

		<category><![CDATA[innovation in development]]></category>

		<category><![CDATA[innovation management]]></category>

		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/</guid>
		<description><![CDATA[Pengetahuan, Inovasi dan Coaching 
Dalam membahas Pengetahuan dan Inovasi, kita dapat mulai membahasnya dengan bertanya apa itu pengetahuan, apa itu inovasi, bagaimana pengetahuan diciptakan, bagaimana inovasi lahir? Kita kemudian dapat bertanya bagaimana pengetahuan dibagi, ditransfer kepada pihak-pihak yang membutuhkan? Bagaimana membangun dan menciptakan kondisi organisasi yang memungkinkan tercipta dan diciptakan atau dilahirkan pengetahuan-pengetahuan baru, dibagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengetahuan, Inovasi dan Coaching</strong> </p>
<p>Dalam membahas Pengetahuan dan Inovasi, kita dapat mulai membahasnya dengan bertanya apa itu pengetahuan, apa itu inovasi, bagaimana pengetahuan diciptakan, bagaimana inovasi lahir? Kita kemudian dapat bertanya bagaimana pengetahuan dibagi, ditransfer kepada pihak-pihak yang membutuhkan? Bagaimana membangun dan menciptakan kondisi organisasi yang memungkinkan tercipta dan diciptakan atau dilahirkan pengetahuan-pengetahuan baru, dibagi dan ditransfernya pengetahuan-pengetahuan itu dan diolahnya pengetahuan-pengetahuan itu sehingga menghasilkan produk, barang atau jasa atau bentuk pelayanan lain yang bermanfaat bagi orang lain atau pihak lain atau bagi orang-orang yang menjadi target &#8220;pelayanan&#8221; organisasi atau perusahaan. Manajemen Pengetahuan (<em>Knowledge Management</em>) menjadi kondisi yang perlu untuk menengahi proses dan output dari penciptaan pengetahuan (<em>Knowledge Creation</em>), pembagian pengetahuan (<em>Knowledge Sharing</em>), pentransferan pengetahuan (<em>Knowledge Transfer</em>)&#8230; Inovasi dapat kita lihat sebagai output langsung atau tidak langsung dari proses penciptaan, pembagian, dan pentransferan pengetahuan&#8230;bahwa proses-proses tersebut berperan dalam menghidupkan <a href="http://www.avantifontana.com/blog/2008/01/08/rantai-nilai-inovasi-coaching/">Rantai Nilai Inovasi</a>. Inovasi diwujudkan dalam bentuk pelayanan (<em>service</em>) organisasi atau perusahaan dalam bentuk barang atau jasa atau proses produksi atau sistem distribusi atau gaya dan sistem manajemen yang menghasilkan perubahan besar dalam hubungan antara NILAI (yang dipersepsikan atau dirasa oleh orang-orang yang kita targetkan kita layani atau konsumen kita) dan harga (nilai moneter). Kesiapan dan kesediaan konsumen membayar (harga atau nilai moneter) adalah respons logis tanpa paksaan terhadap nilai guna produk atau layanan yang diberikan perusahaan, yang kita berikan. Tindakan atau hasil inovasi selain menyiratkan dan menyuratkan adanya perubahan drastis dalam hubungan antara nilai guna dan nilai moneter produk, ia juga dapat mengubah cara melihat individu, organisasi, dan industri serta komunitas atau masyarakat secara luas ke cara melihat yang lebih holistik atas segala sesuatu.</p>
<p><strong><em>Knowledge and Innovation process and outcomes in the level of organization can trigger changes in society&#8230;in return, linear or in nonlinear fashion, it can trigger further knowledge creation, sharing and transfer and innovation in organizations and society. <a href="http://www.avantifontana.com/en/im-ed-coaching-service">Coaching</a> facilitates the creation and implementation of Knowledge, Innovation and Change in organizations and society</em>.</strong>       </p>
<p>Avanti Fontana<br />
<a href="http://www.certifiedcoach.org/" target="_blank"><img src="http://certifiedcoach.org/images/member2008.jpg" width="250" height="63" border="0"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
