<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Knowledge, Innovation &amp; Coaching</title>
	<atom:link href="http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/</link>
	<description>IM-ED™ Coaching Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2011 03:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Dudi Hendrakusuma (S5)</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/#comment-54</link>
		<dc:creator>Dudi Hendrakusuma (S5)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 11:03:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/#comment-54</guid>
		<description>Jika penyebab utama &lt;em&gt;stickynes of knowledge transfer&lt;/em&gt; disebabkan oleh &lt;em&gt;causal ambiguity&lt;/em&gt;, maka sungguh menarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dikarenakan adanya faktor penyebab yang belum diketahui dan masih menjadi misteri.*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika penyebab utama <em>stickynes of knowledge transfer</em> disebabkan oleh <em>causal ambiguity</em>, maka sungguh menarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dikarenakan adanya faktor penyebab yang belum diketahui dan masih menjadi misteri.*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ursula Silalahi (S5)</title>
		<link>http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/#comment-52</link>
		<dc:creator>Ursula Silalahi (S5)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 03:08:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.avantifontana.com/blog/2008/02/24/knowledge-innovation-change/#comment-52</guid>
		<description>Mendapat inspirasi dari apa yang disebut dalam buku &lt;em&gt;sticky knowledge&lt;/em&gt; dan melihat cara yang dilakukan dalam  penelitian tersebut untuk proses transfer pengetahuan, dengan ditambahkannya faktor &quot;&lt;em&gt;value&lt;/em&gt;&quot; dari pengetahuan itu sendiri dapatkah kita membuat Rantai Nilai KM? Apakah sudah ada gambaran mengenai hal ini?

1. &lt;em&gt;Sticky knowledge&lt;/em&gt; sangat penting digali lebih lagi. Untuk saya buku ini sangat memberi inspirasi lebih luas mengenai tarnsfer pengetahuan.

2. Dalam kenyataannya proses transfer pengetahuan memang sangat sukar dilakukan sehingga seringkali yang menjadi sasaran tembak adalah pimpinan (faktor &lt;em&gt;leadership&lt;/em&gt;) yang selalu dianggap tidak menciptakan keinginan kelompok dalam unit kerja untuk melakukan transfer antar bagian, tetapi pada dasarnya “&lt;em&gt;value&lt;/em&gt;” daripada transfer pengetahuan itu sendiri yang menjadi sangat penting sehingga tidak harus berharap kepada siapa-siapa, namun tercipta budaya untuk saling berbagi karena tahu/menyadari jika berbagi akan mendapatkan balik. Istilah saya menabur untuk menuai kembali. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menciptakan &lt;em&gt;value&lt;/em&gt; dalam pengetahuan dan cara membudayakan &quot;mau berbagi&quot;.*

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mendapat inspirasi dari apa yang disebut dalam buku <em>sticky knowledge</em> dan melihat cara yang dilakukan dalam  penelitian tersebut untuk proses transfer pengetahuan, dengan ditambahkannya faktor &#8220;<em>value</em>&#8221; dari pengetahuan itu sendiri dapatkah kita membuat Rantai Nilai KM? Apakah sudah ada gambaran mengenai hal ini?</p>
<p>1. <em>Sticky knowledge</em> sangat penting digali lebih lagi. Untuk saya buku ini sangat memberi inspirasi lebih luas mengenai tarnsfer pengetahuan.</p>
<p>2. Dalam kenyataannya proses transfer pengetahuan memang sangat sukar dilakukan sehingga seringkali yang menjadi sasaran tembak adalah pimpinan (faktor <em>leadership</em>) yang selalu dianggap tidak menciptakan keinginan kelompok dalam unit kerja untuk melakukan transfer antar bagian, tetapi pada dasarnya “<em>value</em>” daripada transfer pengetahuan itu sendiri yang menjadi sangat penting sehingga tidak harus berharap kepada siapa-siapa, namun tercipta budaya untuk saling berbagi karena tahu/menyadari jika berbagi akan mendapatkan balik. Istilah saya menabur untuk menuai kembali. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menciptakan <em>value</em> dalam pengetahuan dan cara membudayakan &#8220;mau berbagi&#8221;.*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

