// home

Latest Post

#4. Innovation & Leadership

Episode IV AFQ mengangkat tema Inovasi dan Kepemimpinan. AFQ menghadirkan narasumber Bpk YW Junardy (Presiden Komisaris Rajawali Group, Presiden Regional Asia International Marketing Association, Anggota Dewan Riset Nasional) dan Bpk Putu Ary Suta (Chairman Ary Suta Center). Episode kali ini mengangkat tema penting kala kita berbicara dan melakukan gerakan inovasi pada tingkat organisasi dan nasional. Kita [...]

Welcome to avantifontana.com

IM-ED Coaching for Innovation™, IM-ED Coaching Innovation™ by AvantiFontana.com

Avanti Fontana and her team facilitate workshops on innovation and management: The Practice of Innovation, Innovation for Leadership, Innovation and Creativity, Innovation and Knowledge Management, Innovation and Strategy. She combines her facilitation approach with coaching for innovation.

INFO BUKU INNOVATE WE CAN!

Inovasi harus menciptakan nilai! Temukan cara menciptakan nilai, ekonomi dan sosial, dengan Berinovasi. Tak ada gunanya suatu inovasi atau teknologi atau produk baru JIKA ia tidak menciptakan nilai.

APA prinsip-prinsip manajemen inovasi dan faktor-faktor yang menunjang inovasi dalam perusahaan? TEMUKAN jawabannya dalam buku ini. BAYANGKAN perusahaan Anda menjadi perusahaan paling inovatif (perusahaan yang sukses!), atau BAYANGKAN perusahaan Anda menghasilkan produk-produk inovatif, perusahaan Anda menghasilkan ide-ide kreatif untuk inovasi hari demi hari, perusahaan Anda dirindukan dan diminati banyak orang, produk-produk Anda menjadi impian konsumen…

Cermati! Stimulator Inovasi dalam Perusahaan Anda. Cermati Rantai Nilai dan Radar Inovasi dalam Perusahaan Anda!

Judul Buku: Innovate We Can! Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai
Oleh: Avanti Fontana*
Buku dalam Bahasa Indonesia
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2009
Tebal: xxviii + 316 halaman
Ukuran Buku: 16,5 x 23 cm
ISBN: 978-979-02-5671-2

Cuplikan Kover Belakang Buku dan Testimonial

“… Therefore companies in emerging economies like Indonesia need to learn how to create value through innovation. … We have learned over the last 30 years how to increase our chances for success by better managing the innovation process. In this book you will find a number of ideas and concepts, which are anchored in the worldwide experience, but which can be adapted to the local Indonesian market. I am sure it will stimulate some companies in Indonesia to take the plunge and become a better innovator.” (Arnoud De Meyer, Director of Judge Business School at the University of Cambridge, and Co-author of Inspire to Innovate: Management and Innovation in Asia. Palgrave Macmillan, 2005)

“… Buku ini menjadi unik dengan adanya pembahasan mengenai coaching, yang merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran perusahaan kelas dunia saat ini. Selamat membaca dan mari berinovasi!” (Didit Herawan, Country Director/General Manager, Motorola Home & Networks Mobility, Indonesia)

“… Makanya, ini buku penting yang penting dibaca oleh orang-orang terpenting di negeri ini.” (Edy Zaqeus, Penulis Bestseller, Bornrich Consulting)

“Buku ini penting dibaca oleh pimpinan perusahaan khususnya bagi mereka yang sudah mengimplementasikan Knowledge Management di lingkungan perusahaan untuk menciptakan Knowledge Workers. …, organisasi akan menciptakan dan membangun keunggulan organisasi berbasis inovasi.” (Manerep Pasaribu, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara di Medan)

“…, saya sangat menganjurkan untuk membaca buku Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai ini. Buku ini sangat bermanfaat sebagai referensi tentang manajemen inovasi dan penciptaan nilai baik di skala individu, organisasi, ataupun sosietas (society).” (Handoko Wignjowargo, Managing Partner MAESTRO Consulting-Coaching-Sharing)

“… Buku ini sangat membantu saya untuk melakukan inovasi organisasi yang sedang saya kerjakan dan teliti. Selamat membaca dan berinovasi.” (Dudi Hendrakusuma, CEO PT Cakrawala Andalas Televisi, Chief of Corporate Planning PT Visi Media Asia)

“… Karenanya, upaya Avanti Fontana untuk menyajikan buku Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai memberi kontribusi berharga bagi dunia bisnis yang membutuhkan inovasi pada era krisis dewasa ini….” (Putri K. Wardani, Wakil Presiden Direktur PT Mustika Ratu, Tbk.)

“… Buku ini sangat membantu bagi mereka yang ingin mendalami dan menjadi pelaku inovasi. Belum banyak buku yang mengupas inovasi secara komprehensif dalam konteks Indonesia.” (Anton Wachidin Widjaja, Pemerhati dan Praktisi Bisnis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya)

“… Sebab itu, hemat saya, buku ini ditulis oleh orang yang tepat mengenai sebuah tema yang aktual pada waktu yang tepat.”
(Paul Budi Kleden, Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Flores-Nusa Tenggara Timur)

“Dalam era krisis dan transisi menuju era post-bubbling, individu, organisasi, dan komunitas, serta pemerintah perlu melakukan inovasi dalam setiap aktivitas—menciptakan nilai bagi kepentingan yang lebih besar. …” (Phillip Gobang, Pengamat Pembangunan Sosial Politik Indonesia, Center for Innovation Studies)

Beli/Pesan Buku
Dapatkan buku IWC! di Toko Buku Gramedia, Gramedia Book Center, Leksika, dan TB terdekat lainnya. INFO BUKU: buku[at]avantifontana[dot]com atau 081318621970.

Corporate Solutions

GLOSARIUM

Berikut ini adalah daftar istilah yang dapat pembaca temui pada buku Innovate We Can! Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai.

Coaching: bekerja sama dengan klien dan/atau coachee dalam proses yang memotivasi dan kreatif yang memberi inspirasi kepada klien untuk memaksimalkan potensi personal, sosial, dan profesionalnya; menggunakan proses bertanya dan penemuan personal (process of inquiry and personal discovery) untuk membangun tingkat kesadaran dan tanggung jawab dan kemudian menyediakan kepada klien: struktur, dukungan, dan umpan balik; merupakan hubungan profesional yang berkelanjutan dalam periode tertentu dan yang membantu klien menghasilkan kinerja yang baik hingga yang luar biasa dalam kehidupan personal, sosial, dan profesionalnya.

Gelembung finansial: situasi ekspansi sektor finansial yang berlebihan; selama periode ekspansi, dua realitas berkembang, di dalam gelembung dan di luar gelembung. Semakin gelembung berkembang-membesar, semakin banyak orang yang terlena oleh daya tarik dan kekuatannya. Akibatnya mereka yang ada di dalam gelembung begitu terserap oleh realitas mereka sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat lagi mengerti pandangan orang-orang yang ada di luar gelembung, yang melakukan proses produksi dan konsumsi dengan riil. Semakin lama dan besar pertumbuhan gelembung, semakin banyak orang dan sumber daya ditarik ke dalamnya, semakin banyak orang mengambil keuntungan dari situasi tersebut, dan semakin mereka percaya bahwa hal itu adalah nyata (padahal semu). Tekanan dan inkonsistensi antara kehidupan di dalam dan di luar gelembung membuat pecahnya gelembung tersebut, yang mengakibatkan krisis di sektor finansial dengan dampak luas.

Inovasi: adalah keberhasilan sosial dan ekonomi berkat diperkenalkannya atau ditemukannya cara-cara baru atau kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mentransformasi input menjadi output sedemikian rupa sehingga berhasil menciptakan perubahan besar atau perubahan drastis dalam hubungan antara nilai guna atau nilai manfaat (yang dipersepsikan oleh konsumen dan/atau pengguna) dan nilai moneter atau harga (atau uang yang harus konsumen keluarkan).

Inovasi dasar: perubahan-perubahan fundamental dalam teknologi dan organisasi yang menciptakan industri-industri baru, mentransformasi industri-industri yang sudah ada, dan dengan berjalannya waktu, membentuk kembali sosietas.

Inovasi manajemen: invensi dan implementasi praktik manajemen, proses struktur, atau teknik manajemen baru untuk menunjang dan mendorong pencapaian tujuan organisasi. Perubahan cara menatakelola, dengan meninggalkan prinsip, proses, dan praktik manajemen tradisional atau bentuk dan desain organisasi tradisional—yang sudah tidak sesuai untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan perusahaan serta pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholders) yang berada di luar perusahaan (konsumen, pemasok, distributor, konsumen, komunitas, dan pemerintah).

Inovator: pelaku atau pelaksana inovasi. Inovator tidak mungkin bekerja sendirian. Untuk mencapai keberhasilan inovasi secara sosial dan ekonomi, para inovator individual, inovator organisasi, dan inovator sosietas harus bekerja sama dengan banyak pihak sesuai dengan konteks lingkungan dan ekosistem inovasi masing-masing, mengikuti prinsip-prinsip inovasi dan manajemen inovasi, dengan pendekatan sistemik dan kreativitas sosial.

Inventor: pelaku dari sebagian proses inovasi; biasanya merujuk pada orang-orang yang berhasil merealisasikan ide menjadi produk (kinerja teknis inovasi), namun belum dikomersialisasikan atau didifusikan secara massal. Inventor adalah inovator potensial. Inventor perlu bekerja sama dengan pihak lain untuk mendifusikan dan/atau mengomersialisasikan hasil temuannya.

Katarsis: proses membebaskan perasaan yang menekan seperti marah, menderita, dan krisis melalui aktivitas bermain atau aktivitas artistik atau seni.

Keahlian: kapasitas intelektual seseorang untuk berpikir luas, bereksplorasi dan memecahkan masalah; meliputi pengetahuan teknis, prosedural, dan intelektual.

Keterampilan berpikir kreatif: kemampuan menangani masalah dan mencari solusi serta bagaimana memanfaatkan ide-ide yang ada dengan kombinasi yang baru agar dihasilkan cara baru memecahkan masalah dan solusi optimal; kemampuan memecahkan masalah dengan cara segar dan penuh ketekunan.

Keunggulan daya saing: situasi di mana suatu perusahaan mampu menghasilkan nilai ekonomi dan nilai sosial yang lebih besar daripada nilai sosial dan ekonomi yang dihasilkan oleh perusahaan lain (perusahaan marjinal) yang paling tidak efisien dalam industri yang sama, yang walaupun paling tidak efisien, perusahaan tersebut mampu mencapai titik impas.

Keunggulan daya saing berkelanjutan: situasi di mana suatu perusahaan dapat menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial yang lebih besar daripada perusahaan marjinal dalam industrinya dan bilamana perusahaan-perusahaan lain tidak dapat menduplikasi manfaat-manfaat dari strategi ini. Dalam konteks ini, pesaing dari perusahaan yang berkeunggulan daya saing berkelanjutan tidak hanya pesaing yang ada sekarang tetapi pesaing potensial yang pada suatu hari akan masuk ke dalam industrinya. Satu indikator perusahaan yang memiliki keunggulan daya saing berkelanjutan adalah bahwa perusahaan memiliki keunggulan daya saing yang dapat bertahan lama.

Kewirausahaan strategis: kegiatan mencari, menemukan dan/atau menciptakan peluang usaha, mengembangkannya, dan mendifusikannya/mengomersialisasikannya sedemikian rupa sehingga mendukung proses penciptaan nilai (inovasi) sehingga menghasilkan keunggulan usaha secara sosial dan ekonomi. Kewirausahaan strategis menjadi bagian penting dalam inovasi; menunjang inovasi baik pada tingkat individu, organisasi, maupun masyarakat.

Kinerja inovasi: kinerja teknis, kinerja komersial, kinerja ekonomi dan kinerja sosial. Kinerja teknis dan komersial mendahului kinerja ekonomi. Kinerja sosial dapat berjalan seiring dengan tercapainya kinerja teknis, komersial, dan ekonomi.

Kreativitas bisnis: orisinalitas yang dapat bermanfaat bagi orang banyak, yang merupakan gabungan tiga elemen dasar yaitu keahlian, kemampuan dan keterampilan berpikir kreatif atau imajinatif, dan motivasi intrinsik.

Kreativitas sosial: orisinalitas yang dapat bermanfaat bagi orang banyak yang diperoleh dalam proses yang melibatkan banyak pihak, kolaboratif, berdimensi sistemik, tidak soliter atau sendirian. Dalam perspektif kreativitas sosial, tiga elemen dasar kreativitas yaitu keahlian, kemampuan berpikir kreatif, dan motivasi intrinsik tidak hanya dimiliki oleh satu atau sekelompok orang melainkan dimiliki oleh banyak orang atau banyak pihak dan kelompok dan dengan sifat yang beragam. Keberagaman ini yang semakin memperkaya konteks dan praktik kreativitas sosial, yang sangat diperlukan tidak saja dalam organisasi tetapi juga dalam sosietas, masyarakat, Negara bangsa. Semboyannya: “Tidak seorang pun dari kita sepandai semua dari kita.”

Manajemen inovasi: proses menatakelola inovasi agar menghasilkan kesuksesan secara sosial dan ekonomi secara efisien dan efektif dan dengan memampukan seluruh sumber daya organisasi, yang sudah ada di dalam organisasi atau yang diperoleh secara baru dari luar organisasi, dan yang mengacu pada prinsip-prinsip manajemen inovasi dan prinsip-prinsip inovasi.

Manajemen pengetahuan: proses lewat mana perusahaan menghasilkan nilai dari aset perusahaan berbasis pengetahuan dan intelektual yang terejawantah atau diejawantahkan dalam praktik-praktik unggulan perusahaan atau dalam bentuk ide, produk (barang dan/atau jasa) yang ditawarkan kepada konsumen atau masyarakat.

Metafora: pemakaian kata atau kelompok kata sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan; sering digunakan untuk menambah keindahan cara kita berbicara atau menulis. Metafora dapat menjadi kekuatan manusia dalam menciptakan makna dengan menggunakan satu elemen pengalaman untuk memahami elemen pengalaman lain.

Model keterlibatan dalam inovasi manajemen (engaged model): proses inovasi manajemen yang melibatkan pihak-pihak di dalam dan di luar organisasi dalam rangkaian proses yang cukup panjang dan tidak selalu sekuensial. Proses inovasi manajemen melibatkan individu-individu di dalam organisasi sebagai agen perubahan internal dan pihak-pihak di luar organisasi (konsultan independen, akademisi, guru/pakar/pemikir manajemen) sebagai agen perubahan eksternal.

Motivasi intrinsik: keinginan dan minat dari dalam diri untuk melakukan sesuatu yang mulia. Orang akan lebih kreatif bilamana ia merasa termotivasi utamanya oleh minat, kepuasan, dan tantangan dari pekerjaan itu sendiri, bukan oleh tekanan-tekanan eksternal.

Paradigma: cara melihat dan berpikir tentang dunia; sekumpulan asumsi dan praktik yang mendefinisikan suatu disiplin ilmiah (Kuhn).

Paradigma penciptaan dalam kewirausahaan: cara melihat perilaku wirausaha dalam konteks bahwa peluang itu ada dan melekat pada setiap individu, bukan sesuatu yang independen dari wirausaha/pengusaha. Karena peluang itu ada pada setiap individu, peluang itu dapat diciptakan dan dikembangkan oleh siapa saja, terlepas dari tingkat pendidikan, umur, atau latar belakang keluarga. Semua orang dapat menciptakan dan mengembangkan peluang. Konteks pengambilan keputusan yang dihadapi adalah konteks ketidakpastian. Tantangan wirausaha ini adalah bagaimana menghadapi dan merespons terhadap ketidakpastian lingkungan.

Paradigma penemuan dalam kewirausahaan: cara melihat perilaku wirausaha dalam konteks bahwa peluang usaha ada di lingkungan sekitar, realistis, objektif, dan siap ditemukan oleh siapa saja. Tidak semua orang dapat menemukan peluang tersebut. Mereka yang dapat menemukan peluang itu disebut sebagai wirausaha/pengusaha atau entrepreneur. Orang dapat membedakan atau mencari perbedaan antara mereka yang entrepreneur dari yang bukan. Konteks pengambilan keputusannya berbasis risiko. Karakter ini akan tercermin dalam perilaku wirausaha/pengusaha dan dalam perilaku dan kebijakan yang diambil oleh pihak-pihak yang terkait dengan pengusaha, seperti lembaga keuangan/bank.

Perekonomian jejaring dan kreatif: perekonomian, sosietas (society), individu, dan organisasi yang mengandalkan pada kolaborasi dan kreativitas sosial serta pada berkembangnya industri-industri kreatif dalam berinovasi dan menciptakan nilai. Perekonomian ini menghasilkan produk-produk kreatif, yaitu barang dan/atau jasa yang dihasilkan dari proses kreatif yang menghasilkan nilai ekonomi, sebagai hasil proses penciptaan nilai secara bersama dan kreatif dalam kegiatan rantai nilai inovasi. Perekonomian ini melakukan inovasi-inovasi.

Perspektif meta-desain: adanya keterbukaan dalam tujuan, teknik, dan proses sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengguna pengetahuan, praktisi, klien, konsumen, dan pemangku kepentingan lain dalam organisasi dan di luar organisasi berperan sebagai desainer solusi atas masalah yang dihadapi dan untuk menjadi kreatif, dengan pertimbangan bahwa desain (alternatif solusi, praktik-praktik yang sudah disebut terbaik atau unggulan), dalam dunia nyata, membutuhkan situasi sistem terbuka (open systems) sehingga pengguna dapat memodifikasi dan bahkan mengubahnya sesuai dengan kebutuhan dan/atau tuntutan organisasi dan/atau lingkungan kerja karena pada dasarnya masalah tidak dapat dipecahkan secara sempurna atau tidak dapat diantisipasi secara lengkap pada saat desain (alternatif solusi) ditemukan atau dijalankan ketika sistem pemecahan masalah dikembangkan; sementara pengguna pada saat menggunakan dapat menemukan ketidaksesuaian antara masalah yang dihadapi dan dukungan atau alternatif solusi yang ditawarkan oleh sistem.

Radar inovasi: penunjuk dan pemantau arah inovasi, pada tingkat individu, organisasi, dan sosietas (masyarakat). Bila merujuk pada perusahaan atau organisasi bisnis, kita dapat merujuk pada istilah radar inovasi bisnis. Perubahan dan pergeseran dimensi inovasi bisnis yang dibantu oleh petunjuk radar inovasi dapat menyegarkan kegiatan dan kinerja inovasi dalam organisasi dan industrinya.

Rantai nilai inovasi: proses penciptaan nilai dengan berinovasi yang mengikuti tiga tahap kegiatan utama, penggalian ide dan konsep, pengembangan ide dan konsep, dan pendifusian dan/atau pengomersialisasian hasil pengembangan ide dan konsep di pasar atau masyarakat pengguna.

Sistem inovasi nasional: pengaturan pola interaksi yang kondusif antar para pelaku inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama universitas, lembaga penelitian dan pengembangan, dan industri. Sistem inovasi nasional menekankan pentingnya interaksi para pelaku dalam penciptaan, pengembangan, penyebaran, dan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pencapaian inovasi. Pendekatan sistem inovasi nasional menggunakan pendekatan interaksi, komunikasi, dan kolaborasi Triple-Helix ABG (akademisi-bisnis-pemerintah). Konsep ABG perlu dilengkapi dengan konstituen komunitas sehingga menjadi ABGC (academics-business-government-community).

Stimulator inovasi: faktor-faktor kondusif untuk meningkatkan inovasi baik pada tingkat individu, organisasi, maupun sosietas.

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang dan dijaga oleh hati nurani dan integritas pribadi Anda.
Copyright © Avanti Fontana 2009 All Rights Reserved

Corporate Solutions

——————————————————
Terima Kasih & Salam Inovator!
——————————————————
*Avanti Fontana, fasilitator pelatihan/workshop inovasi & coach untuk inovasi, peneliti & fasilitator pengajaran bidang inovasi dan strategi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pemerhati/analis praktik inovasi sejak 1999. Avanti dapat dihubungi di 0813-1018-2099 atau imed[at]avantifontana[dot]com atau avantifontana[at]gmail[dot]com atau innovatewecan.wordpress.com.
Tahun 2007 ia menerbitkan eBlogNote tentang inovasi dan coaching (www[dot]imedcoaching[dot]com).

Recent Posts

The Most Innovative Companies 2010
March 9, 2010
By Avanti FONTANA
#3. Innovation in the Quest of World Development Paradigms: Case INDONESIA
March 2, 2010
By Avanti FONTANA
#2. Innovation & Knowledge Management
March 2, 2010
By Avanti FONTANA
#1. Gerakan Inovasi Nasional
March 2, 2010
By Avanti FONTANA
Innovation for Leadership
March 2, 2010
By Avanti FONTANA